KSP Klarifikasi Pernyataan Ngabalin soal Staf Positif Corona

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin di Hotel Cosmo Amarossa, Jakarta Selatan pada Rabu, 16 Oktober 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin di Hotel Cosmo Amarossa, Jakarta Selatan pada Rabu, 16 Oktober 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Deputi IV KSP BIdang Informasi dan Komunikasi Politik Juri Ardiantoro mengklarifikasi pernyataan anak buahnya, Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin yang menyebut bahwa ada satu orang staf yang positif Covid-19.

    "Semua personel KSP negatif Covid-19. Kantor KSP juga tidak dikosongkan. Hari ini saya di kantor," ujar Juri lewat keterangan tertulis pada Jumat, 3 April 2020.

    Juri mengatakan, sebelumnya KSP memang melakukan rapid test terhadap seluruh stafnya. Dari hasil tersebut, beberapa orang dinyatakan positif. Terhadap mereka kemudian dilakukan tes lanjutan berupa tes PCR di salah satu laboratorium. “Kami lakukan tes dan hasilnya semuanya negatif hingga Jumat sore ini," ujar dia.

    Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin sebelumnya mengatakan ada satu staf KSP yang positif Covid-19. Ia mengatakan staf tersebut kini tengah diisolasi. "Perempuan, masih muda. Sekarang sudah diisolasi," ujar Ngabalin kepada wartawan pada Jumat, 3 April 2020.

    Ngabalin mengaku telah meminta izin kepada Kepala Staf Presiden Moeldoko agar menyampaikan informasi tersebut kepada publik. Dengan kasus tersebut, kata dia, kantor KSP juga dikosongkan untuk dilakukan sterilisasi.

    Belakangan, keterangan itu dibantah karena menurut hasil tes lanjutan, seluruh staf KSP negatif Covid-19 dan kantor KSP pun tidak dikosongkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.