Ridwan Kamil Minta Rapid Test Corona Besar-besaran Seperti Korsel

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memastikan, perlakuan jenazah Covid-19 di Jabar sampai proses pemakaman sudah sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memastikan, perlakuan jenazah Covid-19 di Jabar sampai proses pemakaman sudah sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat meniru Korea Selatan dalam menangani penyebaran virus Corona.

    Ridwan pun meminta rapid test Corona besar-besaran segera dilakukan di Indonesia.

    "Kita perlu melakukan tes kepada 2 juta orang agar peta persebaran Corona bisa dilihat secara utuh, Pak," ujar Ridwan Kamil lewat teleconference dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin hari ini, Jumat,  April 2020.

    Emil, sapaan Ridwan Kamil, menerangkan bahwa Korsel memiliki populasi penduduk 51 juta dan test Corona sudah dilakukan terhadap 300 ribu orang.

    Adapun di Indonesia, dengan penduduk lebih dari 250 juta tapiu baru dilakukan tes Corona terhadap sekitar 40 ribu orang per hari ini.

    Ridwan meyakini, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia, sebetulnya sudah banyak berlipat-lipat dari yang ditemukan.

    "Provinsi lain yang datanya terlihat kecil itu karena belum melakukan rapid test besar-besaran. Jadi kelihatannya saja sedikit, coba saja dites," katanya.

    Emil menyadari masalahnya adalah keterbatasan alat tes Corona.

    "Kalau Bapak (Wapres) bisa sampaikan (kepada pemerintah), mari kita perbanyak tempat tes PCR. Ini yang dilakukan Korsel."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.