Wabah Corona, Warga Miskin Yogya Dapat Jaminan Hidup Dua Bulan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Yogyakarta- Pemerintah DIY menyiapkan alokasi anggaran Jaminan Hidup (Jadup) untuk belasan ribu warga miskin di Yogya selama pemberlakuan masa darurat bencana non-alam, Corona atau Covid-19. "Jadup ini akan didistribusikan dua kali, pada April dan Mei," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 DIY Bidang Sosial Kemasyarakatan, Untung Sukaryadi, Kamis 2 April 2020.

    Untung yang juga Kepala Dinas Sosial DIY itu mengungkapkan, program ini diperuntukan bagi mereka warga kurang mampu yang makin terpuruk oleh imbas pandemi virus Corona. “Kami bertanggung jawab memberikan jaminan sosial yang salah satu tugasnya memastikan warga tak mampu tetap tercukupi kebutuhan pangannya dengan layak,” ujar Untung.

    Program ini dibuat karena didasari banyaknya warga miskin terdampak, yang kehilangan mata pencaharian selama masa tanggap darurat Covid – 19. Ppenyaluran bantuan ini diberikan dalam bentuk paket bahan pokok senilai Rp 625 ribu per keluarga. Sehingga mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan tanpa harus keluar rumah untuk berbelanja lagi.

    Untung berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY serta instansi terkait untuk memastikan logistik yang dibutuhkan terpenuhi untuk jaminan hidup warga miskin ini. "Apabila kebutuhan pangan tidak terpenuhi, kami khawatir akan timbul masalah baru." Selain itu, ujar dia, rasa lapar juga bisa memicu aksi kriminalitas meningkat.

    Program jaminan hidup ini akan diterapkan bersama pemerintah kabupaten/kota se-DIY jika sudah ada keputusan bersama pemerintah pusat dan daerah. Menghadapi masa darurat Corona ini, DIY mengusulkan realokasi anggaran sebesar Rp 26,9 miliar yang masih memungkinkan bertambah sesuai kebutuhan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.