Anak Buah Kapal WNI dari 11 Negara Terjangkit Corona Tiba di Bali

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

    Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

    TEMPO.CO, Denpasar - Pulau Bali mulai kedatangan ratusan Anak Buah Kapal (ABK) kapal pesiar yang kembali dari luar negeri melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mulai Kamis, 2 April 2020. “615 ABK tiba hari ini melalui jalur udara,” kata Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, Elfi Amri, Jumat, 3 April 2020.

    Rinciannya, 283 ABK dari Amerika, 251 dari Spanyol, 21 dari Kuba dan 60 dari Perancis. Para awak kapal ini memiliki riwayat dari 11 negara endemik Corona atau Covid-19 (rekomendasi Kementerian Luar Negeri) serta suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celcius akan dilakukan pemeriksaan di ruangan karantina Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). “Jika ada yang sudah mengantongi sertifikat sehat dari KKP tetap diminta untuk isolasi mandiri di rumah selama 14 hari,” ujar Elfi.

    Kemarin, Kamis, 2 April 2020, Bali telah kedatangan 274 ABK dengan menggunakan pesawat Air Europa UX642 Boeing 787-9 Dreamliner Registrasi EC-NFM dari Madrid, Spanyol.

    Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Bali, Dewa Made Indra menyebutkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kedatangan para pekerja migran ini. Mereka sudah ditangani secara ketat melalui pemeriksaan kesehatan mulai dari manajemen di Kapal Pesiar hingga tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. “Mereka telah tes kesehatannya dan dinyatakan negatif.”

    Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tetap ingin meyakinkan bahwa anak buah kapal betul-betul sehat, tidak terjangkit Corona. “Maka kami lakukan tes (swab) meskipun tidak diatur pada regulasi,” kata Dewa Made.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.