Gaji Anggota Fraksi Golkar DIY Dipotong Selama Wabah Corona

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari Partai Golkar merelakan gaji mereka dipotong untuk membantu masyarakat dalam menghadapi wabah Corona. Pemotongan gaji mulai dari 50 persen hingga 70 persen. "Bahkan ada yang bersedia dipotong gajinya 100 persen," kata Ketua DPD Golkar DIY, Gandung Pardiman, Jumat, 3 April 2020.

    Golkar DIY membentuk Tim Gugus Tugas Basmi Covid-19 dan sejak dibentuk sampai sekarang terus melakukan penyemprotan desinfektan, membagikan masker dan sabun serta cairan pembersih tangan untuk masyarakat. Gugus Tugas juga membantu pengadaan alat pelindung diri untuk tenaga medis dan membantu sembako sejumlah panti asuhan di Yogyakarta.

    "Semua ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang terkena dampak adanya wabah Covid-19," kata Gandung. Dalam menjalankan tugas di lapangan Tim Gugus Tugas basmi Covid 19 DPD Golkar DIY membutuhkan biaya operasional.

    Biaya operasional aksi sosial ini hasil patungan tokoh dan kader Partai Golkar DIY. "Besaran potongan gaji anggota dewan telah diputuskan melalui rapat pengurus serta ketua - ketua fraksi Golkar di Kabupaten kota dan Propinsi DIY," kata Gandung.

    Anggota DPRD DIY dari Fraksi Golkar sebanyak 33 orang di tingkat propinsi dan kabupaten/kota. Satu anggota DPR RI yang juga dipotong gajinya untuk aksi sosial selama wabah Corona.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.