Guru Besar UI: Corona Bisa Berakhir Mei, Asal Masyarakat Disiplin

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga di Jalan PK Bangsa, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu, 28 Maret 2020. Polresta Kediri mentup Jalan PK Bangsa untuk memberlakukan kawasan 'physical distancing' atau jaga jarak secara fisik sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA

    Polisi berjaga di Jalan PK Bangsa, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu, 28 Maret 2020. Polresta Kediri mentup Jalan PK Bangsa untuk memberlakukan kawasan 'physical distancing' atau jaga jarak secara fisik sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, mengatakan penyebaran virus Corona di Indonesia bisa berakhir pada Mei.

    Syaratnya, kata dia, masyarakat harus disiplin melakukan jaga jarak fisik dan sosial. Sebaliknya, jika masyarakat tak mengikuti anjuran tersebut maka masa pandemi virus diprediksi lebih panjang.

    "Tidak kontak face to face, ada teknologi modern kita bisa ketemu. Jangan sampai orang lain menjadi korban kalau kita egois," kata Hasbullah dalam bedah fakta dan mitos seputar virus corona bersama Facebook secara streaming di Jakarta pada Jumat, 3 April 2020.

    Selain itu, Hasbullah yang juga aktif di Centre for Health Economics and Policy Studies ini mengatakan masyarakat juga harus rajin untuk mencuci tangan menggunakan sabun.

    Ia juga meminta masyarakat menjaga daya tahan tubuh. Caranya, kata dia, mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, rajin beraktivitas fisik, serta istirahat yang cukup.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.