Covid-19, Mentan Jamin 11 Kebutuhan Dasar Aman Hingga Akhir Tahun

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo saat melakukan peninjauan ke PT Permata Dunia Sukses Utama, Cilegon, Banten pada Kamis, 2 April 2020.

    Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo saat melakukan peninjauan ke PT Permata Dunia Sukses Utama, Cilegon, Banten pada Kamis, 2 April 2020.

    INFO NASIONAL — Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, meninjau pabrik gula milik PT Permata Dunia Sukses Utama di Kecamatan Ciwandan, Cilegon, Banten, pada Kamis, 2 April 2020. Langkah ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas (ratas) pada pagi hari.

    Presiden meminta semua menteri tidak hanya bergantung pada nominal di neraca, tetapi terjun langsung memantau kebutuhan masyarakat. "Kementan diberi tanggung jawab memastikan ketersediaan 11 bahan pokok kebutuhan dasar. Presiden minta negara bisa hadir dan mempersiapkan dengan baik," ujar Mentan.

    Kepastian pasokan 11 kebutuhan dasar semakin krusial seturut pandemi virus Corona yang belum berakhir, serta menjelang Ramadan dan Hari Raya. Mentan memastikan pasokan gula tetap aman. Ia mengatakan, saat ini tersedia 250 ribu ton gula produksi dalam negeri, serta impor sebesar 160 ribu ton.

    “Sebentar lagi, Bulan Juni sudah mulai panen tebu dan sanggup memproduksi hingga 500-600 ribu ton. Jadi, saya pastikan stok aman sampai akhir tahun. Jadi, tidak perlu khawatir dengan kebutuhan bahan pokok. Insyaallah semua dalam kendali," kata Mentan.

    Ia melanjutkan, kebutuhan pangan adalah kebutuhan pokok yang tidak boleh diabaikan. Karena itu, pemerintah meminta semua pihak mau menahan diri dan tidak melakukan hal-hal di luar kebijakan pemerintah pusat.

    "Tidak perlu kita melakukan lockdown-lockdown untuk memutus penyebaran virus corona. Langkah itu menurut saya hanya akan menghambat distribusi pangan ke sejumlah daerah dan akan berujung pada kelangkaan kebutuhan pokok di tengah masyarakat," katanya.

    Dalam situasi saat ini, ujar Mentan, distribusi pangan harus menjadi kepentingan bersama agar tidak terjadi kelangkaan yang berujung pada kepanikan. Maka, pemerintah, stakeholder terkait, juga masyarakat harus bersatu dan saling menjaga situasi negara agar tetap kondusif.

    "Kalau sudah menyangkut pangan, maka seharusnya tidak ada isolasi. Yang ada adalah distribusi. Memang corona ini membuat ekonomi menurun. Tapi harus ingat, satu satunya lapangan kerja yang tersedia adalah pertanian. Jadi, janganlah kita melakukan lockdown atau isolasi," ucap Mentan.

    Anggota Komisi IV DPR RI, Nur Aini yang mendampingi Mentan, mengapresiasi upaya sigap pemerintah memastikan ketersediaan 11 kebutuhan dasar.

    "Maka itu, saya optimis bahwa sebelas kebutuhan dasar kita tetap terjamin aman dan terkendali sampai bulan puasa dan lebaran mendatang. Sekali lagi saya mendukung upaya Kementan dalam menggenjot produksi dan percepatan pola tanam," katanya.

    Sekedar diketahui, sebelas kebutuhan dasar itu diantaranya beras, jagung, gula, minyak, daging, telur, bawang dan cabai. Sebagai data penguat, saat ini pemerintah memiliki data perkiraan pasokan ketersediaan pangan strategis nasional untuk Maret hingga Agustus 2020.

    Untuk ketersediaan beras misalnya mencapai 25.653.591 ton dengan kebutuhan 15.099. 846 ton. Jagung sebanyak 13.741.071 ton dengan kebutuhan 9.096.555 ton. Bawang merah sebanyak 1.060.857 ton dengan kebutuhan 701.482 ton. Cabai besar 657.467 ton dengan kebutuhan 551.261 ton. Daging ayam ras 2.063.086 ton dengan kebutuhan 1.737.216 ton dan minyak goreng 23.392.557 ton dengan kebutuhan 4.419.180 ton.

    Di samping itu, Kementan juga sudah melakukan kerja sama dengan satgas pangan, baik di pusat maupun di daerah untuk mengantisipasi adanya oknum penimbun bahan pokok. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.