Simpang Siur Info Corona, Komisi Informasi Sulsel: Bisa Kacau

Anggota kepolisian Polda Sulsel menyemprotkan cairan di lokasi kegiatan Ijtima Ulama Asia di Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis 19 Maret 2020. Penyemprotan disinfektan di lokasi tersebut sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) yang telah mewabah di sejumlah wilayah Indonesia. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

TEMPO.CO, Makassar- Ketua Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Selatan Pahir Halim mengkritik simpang siur informasi mengenai penanganan virus Corona 19 atau penyakit Covid-19 oleh Pemprov Sulsel.

Menurut Komisi, informasi soal Corona dari Pemprov Sulsel sangat beragam dan berseliweran.

“Setiap saat sangat beragam informasi di media sosial yang belum tentu kebenarannya,” kata Pahir Halim melalui keterangan tertulisnya hari ini, Kamis 2 Maret 2020.

Dia menjelaskan bahwa Komisi ingin memastikan setiap berita atau informasi penanganan Covid-19 adalah benar. Apalagi saat ini perkembangan situasi sangat cepat.

“Jika tak disikapi dengan cepat, tepat, dan segera maka dapat menimbulkan keresahan di masyarakat yang heterogen. Dan bisa menimbulkan kepanikan yang dapat berujung terjadinya chaos atau kekacauan."

Berdasarkan data di website Pemprov Sulsel hingga Kamis, 2 April 2020, pukul 14.01 WITA, pasien Covid-19 sebanyak 65 orang. Sedangkan data dari pusat menyebut 66.

Pahir mendorong Pemprov Sulsel memberlakukan sistem informasi satu pintu dengan menunjuk juru bicara penanganan virus Corona dan penyakit Covid-19.

“Pemerintah harus lebih peka dan responsif untuk memenuhi hak masyarakat,” tutur Pahir.

Dia menuturkan keterbukaan informasi diatur dalam Pasal 10 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Pahir juga mengimbau masyarakat agar proaktif dan rajin melakukan verifikasi setiap berita yang didapat.






Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

10 hari lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

10 hari lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

Kanselir Jerman Olaf Scholz terinfeksi virus corona sepulang lawatannya ke Timur Tengah.


Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

17 hari lalu

Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

Kasus Corona di AS masih tinggi saat Joe Biden menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir.


Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

24 hari lalu

Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

Selandia Baru menghapuskan aturan ketat yang mewajibkan suntik vaksin virus corona dan menggunakan masker.


Kim Jong Un Sempat Bantah Covid-19, Korea Utara Mulai Vaksinasi Corona November

27 hari lalu

Kim Jong Un Sempat Bantah Covid-19, Korea Utara Mulai Vaksinasi Corona November

Kim Jong Un akan memulai vaksinasi Covid-19 di Korea Utara. Dia khawatir jumlah kasus Corona naik karena musim dingin.


Kasus Harian Covid-19 di Rusia Naik

34 hari lalu

Kasus Harian Covid-19 di Rusia Naik

Rusia mencatat pada Sabtu, 3 Agustus 2022, ada lebih dari 50 ribu kasus baru Covid-19 atau tertinggi dalam enam bulan


Covid-19, Aktivitas Warga Shenzhen Dibatasi

35 hari lalu

Covid-19, Aktivitas Warga Shenzhen Dibatasi

Sejumlah area di Shenzhen memutuskan memperpanjang pembatasan aktivitas warga demi meredam wabah Covid-19.


Kota Chengdu di Cina Lockdown

35 hari lalu

Kota Chengdu di Cina Lockdown

Warga Chengdu harus menjalani lockodown. Kasus Covid-19 di sana ada 157 kasus.


Turis Asing ke Korea Selatan Tak Lagi Wajib Tes Corona Sebelum Berangkat

36 hari lalu

Turis Asing ke Korea Selatan Tak Lagi Wajib Tes Corona Sebelum Berangkat

Korea Selatan mencabut aturan tes Corona untuk turis asing sebelum keberangkatan.


Korea Utara Longgarkan Aturan Covid-19

55 hari lalu

Korea Utara Longgarkan Aturan Covid-19

Warga Korea Utara sekarang tak perlu lagi menggunakan masker dan social distancing karena aturan Covid-19 sudah dilonggarkan