Ditolak Warga, Rapid Test Corona di GBLA Bandung Dibatalkan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage, Bandung, Jawa Barat. ANTARA /Raisan Al Farisi

    Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage, Bandung, Jawa Barat. ANTARA /Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Bandung - Pelaksanaan rapid test Corona oleh Pemerintah Kota Bandung yang sedianya dilaksanakan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) hari ini, Kamis, 2 April 2020, batal digelar.

    Kegiatan tes cepat Corona itu ditolak oleh warga sekitar Stadion GBLA.

    Sehari sebelumnya, Senin, 1 April 2020, sekitar 120 orang warga setempat memprotes dengan mendatangi area Stadion GBLA.

    Mereka menolak rapid test Corona di stadion berkapasitas 38 ribu penonton itu. Tapi belum jelas alasan penolakan itu.

    "Ya sebanyak 12l warga Rancanumpang (Gedebage) kemarin demo di GBLA sekitar pukul 15.00 WIB. Kemudian baru pulang sekitar pukul 17.00, kami imbau mereka pulang," kata Kepala Kepolisian Sektor Gedebage Polrestabes Bandung Komisaris Oesman Imam pada saat dikonfirmasi Tempo, hari ini.

    Kepala Dinkes Kota Bandung Rita Verita Sri Hasniarty tak kunjung membalas pesan WhatsApp yang dikirim Tempo. Pesan terlihat sudah dibaca tapi tak belum dibalas.

    Beberapa kali panggilan telepon dari Tempo pun tak dijawab.

    Oesman menyatakan mendapat laporan dari Dinkes Kota Bandung bahwa rapid test Corona bakal dipindahkan ke tempat lain.

    "Ya, pemberitahuannya mendadak (di Stadion GBLA) dan kurang sosialisasi," ujarnya.

    Menurut Wali Kota Bandung Oded M. Danial, rapid test Corona akan diikuti oleh 2.948 orang. Pemkot Bandung mendapatkan bantuan alat rapid test dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebanyak 2 ribu unit. Untuk mencukupi kekurangan alat tes, Pemkot Bandung telah melakukan pengadaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.