Redam Mudik, Jokowi Siapkan Bansos Khusus Warga Jakarta

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana lengang dan sepi tampak terlihat di Jalan protokol HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu, 1 April 2020. Total kasus positif corona di wilayah DKI Jakarta mencapai 816 orang,51 orang sembuh dan 90 orang meninggal. TEMPO/Imam Sukamto

    Suasana lengang dan sepi tampak terlihat di Jalan protokol HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu, 1 April 2020. Total kasus positif corona di wilayah DKI Jakarta mencapai 816 orang,51 orang sembuh dan 90 orang meninggal. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan memberikan bantuan sosial atau Bansos khusus bagi warga DKI Jakarta terdampak virus Corona guna meredam arus mudik dari Ibu Kota ke kampung halaman pada Lebaran 2020.

    "Sehingga diputuskan akan diberikan bansos khusus untuk DKI dalam rangka untuk meredam arus mudik ke daerah lain. Terutama yang terdampak paling parah seperti sektor informal," ujar Menteri Sosial Juliari P. Batubara lewat teleconference usai rapat terbatas dengan presiden pada Kamis, 2 April 2020.

    Menurut Juliari, Jokowi meminta kepada para pembantunya untuk segera merealisasikan Bansos tersebut dalam dua pekan ini. Mengingat, banyaknya pekerja informal di Jakarta yang terpaksa pulang kampung karena penghasilannya menurun, sementara mereka berpotensi menularkan virus Corona ke desa asal mereka.

    "Jadi akan segera kami realisasikan dalam dua minggu ini. Mengenai besaran dan mekanismenya, kami akan berkoordinasi dengan Menko Perekonomian, Mendagri, Menkeu, dan Menko Kemaritiman," ujar Juliari.

    Prinsipnya, kata Juliari, pemerintah akan bekerja keras memastikan agar arus mudik seminim mungkin dan menjamin mereka yang tidak mudik tetap bisa menjalankan kehidupan dengan normal di ibu kota.

    Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah pusat berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk penyaluran Bansos ini. 

    "Kami sudah bertukar data dengan Pak Gubenur DKI karena ada 3,7 juta masyarakat kita yang harus dirawat. Kami sudah memfinalisasinya. Misalnya, nanti karena ada pemberian voucher, bawaan barang bansos itu tetap melibatkan Grab dan Gojek sehingga mereka ada kerjaan juga. Nanti kami finalkan mekanismenya," ujar Luhut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.