Kemenkes Bantah Tak Terbuka kepada Daerah Soal Data Corona

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X memberi pernyataan kepada rakyat Yogyakarta, soal wabah pendemi Corona dari Bangsal Kepatihan Komplek Kantor Gubernur DIY Senin 23 Maret 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Raja sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X memberi pernyataan kepada rakyat Yogyakarta, soal wabah pendemi Corona dari Bangsal Kepatihan Komplek Kantor Gubernur DIY Senin 23 Maret 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanggulangan virus Corona, Achmad Yurianto membantah bahwa pemerintah pusat tak terbuka terhadap data sebaran pasien Corona pada pemerintah daerah. Ia mengatakan koordinasi terus dilakukan hingga saat ini. "Semua data pemeriksaan dikembalikan kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan Rumah Sakit yangg merawat pasien," kata Yurianto saat dikonfirmasi Tempo, Kamis, 2 April 2020.

    Pemerintah, kata Yurianto, dan Dinas Kesehatan tiap Provinsi saling melaporkan data korban. Koordinasi dilakukan melalui aplikasi perpesanan WhatsApp secara terus menerus selama 24 jam.

    Selain data, kritik terhadap ketidakterbukaan pemerintah juga tentang zona merah Corona di daerah. Kritik ini muncul dari Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang menyebut pemerintah pusat yang dinilai belum transparan soal wilayah yang masuk kategori zona merah.

    Yurianto mengatakan pemerintah pusat memang belum memilikinya. Ia mengatakan penyusunan kriteria memang bukan didasarkan pada zonasi warna. "Kemenkes masih menyusun kriteria daerah bukan untuk zonasi warna, tetapi untuk Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB)."

    Minimnya data ini disesalkan Sri Sultan. Minimnya informasi soal zona ini, kata Sultan, harus segara disikapi. Misalnya memang suatu daerah dinyatakan zona merah perlu diatur kebijakan yang mendukungnya. Seperti mengatur penggunaan moda transportasi umum dan pribadi.

    Sri Sultan mengatakan jangan sampai sarana transportasi dari zona merah Corona beroperasi masuk ke zona hijau. “Hal begini harus jelas kalau untuk memutus penularan virus itu.”

    EGI ADYATAMA | PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.