PDIP-PKB: Pembahasan Omnibus Law Tak Buru-buru, Corona yang Utama

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid.

    Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid.

    TEMPO.CO, Jakarta - Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa menanggapi kritik publik yang meminta Dewan Perwakilan Rakyat tak membahas omnibus law Rancangan Undang-Undang atau RUU Cipta Kerja di tengah pandemi Corona ini. Mereka menyatakan fokus utama DPR memang soal penanganan wabah Corona.

    Sekretaris Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang 'Pacul' Wuryanto mengatakan, DPR sebenarnya sudah membagi tugas. Pengawasan penanganan Covid-19 dipimpin oleh Wakil Ketua DPR dari PKB, Muhaimin Iskandar. "Tapi ada instruksi agar setiap Alat Kelengkapan Dewan berusaha semaksimal mungkin membantu pemerintah mengatasi Covid," kata Bambang kepada Tempo, Rabu malam, 1 April 2020.

    Ketua DPR Puan Maharani sebelumnya mengatakan pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja akan dilakukan sesuai mekanisme. Namun ia mengatakan akan fokus membantu upaya pemerintah menangani Corona di masa sidang III ini.

    "Perlu saya sampaikan bahwa DPR sesuai dengan fungsinya akan fokus pada pengawasan, legislasi, dan anggaran terkait dengan pandemi Covid-19 untuk bisa membantu bersinergi dengan pemerintah," kata Puan pada Senin lalu, 30 Maret 2020.

    Bambang Pacul mengatakan, pembahasan omnibus law harus dilakukan sesuai norma. Pembahasannya juga tak perlu dipercepat. "Pembahasannya normatif saja, ndak kebut-kebutan."

    Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid berpendapat senada. Menurut Jazilul, partainya membuka diri untuk memulai pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja. "Tapi tanpa mengurangi konsentrasi penanganan Corona, ini tetap prioritas," ujar Jazilul.

    Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini juga menginginkan proses pembahasan omnibus law berjalan transparan dan melibatkan publik. Ia juga menyarankan tak perlu terburu-buru merampungkan aturan sapu jagat ini. "Pembahasannya jangan terburu-buru, tetapi mulai saja dibahas. Tidak boleh terburu-buru, tidak boleh tertutup, apalagi menutup opini publik."
      
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.