Soal Mudik, Jokowi Buka Peluang Geser Libur Nasional Lebaran

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 1 April 2020. Dalam kunjungannya, Jokowi memastikan kesiapan rumah sakit tersebut yang akan merawat pasien virus Corona. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 1 April 2020. Dalam kunjungannya, Jokowi memastikan kesiapan rumah sakit tersebut yang akan merawat pasien virus Corona. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali melanjutkan rapat terbatas mengenai persiapan mudik Lebaran 2020 pada hari ini, Kamis 2 April 2020.

    Dalam pembukaan Ratas, Jokowi meminta para menterinya menyiapkan skenario yang komprehensif ihwal mudik Lebaran 2020 ini. "Skenario yang komprehensif, jangan sepotong-sepotong atau sifatnya sektoral atau kepentingan daerah saja. Tapi secara utuh baik dari hulu hingga hilir," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas lewat video conference dari Istana Kepresidenan, Bogor pada Kamis, 2 April 2020.

    Jokowi juga berbicara ihwal alternatif mengganti hari libur nasional untuk Hari Raya Idul Fitri tahun ini guna menenangkan masyarakat. "Mungkin untuk mudik, dalam rangka memenangkan masyarakat, alternatif mengganti hari libur nasional di lain hari untuk hari raya, mungkin bisa dibicarakan," ujar Jokowi.

    Seiring dengan pembahasan alternatif ini, ujar Jokowi, pemerintah harus memberi fasilitas mudik pada hari pengganti tersebut. "Mungkin di kemudian hari dengan menggratiskan tempat wisata yang dimiliki daerah. Ini bisa dibicarakan sehingga kita bisa memberikan sedikit ketenangan masyarakat," ujar dia.

    Pemerintah sampai saat ini memang belum memutuskan kebijakan terkait mudik lebaran di tengah wabah Corona.

    Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga mengajukan tiga opsi kebijakan; Pertama, business as usual artinya mudik lebaran seperti dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Kedua, meniadakan mudik gratis oleh perusahaan. Ketiga, skenario pelarangan mudik. Ketiga opsi ini masih dibahas dan dikaji untuk selanjutnya diputuskan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.