300 Siswa Sekolah Perwira ODP Corona, Ini Awal Ceritanya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian menggunakan alat pelindung diri (APD) menyemprotkan disinfektan di mobil ambulance yang membawa jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) untuk dimakamkan di Medan, Senin, 30 Maret 2020. ANTARA/Septianda Perdana

    Petugas kepolisian menggunakan alat pelindung diri (APD) menyemprotkan disinfektan di mobil ambulance yang membawa jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) untuk dimakamkan di Medan, Senin, 30 Maret 2020. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 300 siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) di Sukabumi, Jawa Barat, masuk kategori Orang Dalam Pemantauan atau ODP Corona. Temuan ini bermula dari adanya satu siswa yang diketahui sakit demam berdarah (DBD)

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan satu siswa yang mengalami demam tinggi kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Dari pemeriksaan, berupa cek darah dan rontgen diketahui ada tanda bercak di paru-parunya.

    “Saat siswa itu dirawat, secara bersamaan di Sukabumi ada delapan siswa lainnya yang mengalami demam,” katanya kepada Tempo, Rabu 1 April 2020.

    Delapan siswa yang demam tadi kembali diperiksa di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Dari pemeriksaan itu, diketahui juga ada tanda-tanda bercak di paru-paru mereka. “Akhirnya kami putuskan dirawat untuk menjalani isolasi,” katanya. “Tujuh pasien di RS Polri, dan dua pasien di Rumah Sakit Mako Brimod.”

    Dari peristiwa itu, pimpinan Polri kemudian mengambil langkah preventif untuk melakukan rapid test terhadap seluruh siswa setukpa Polri. Dari pemeriksaan itu diketahui, ada 300 siswa yang dinyatakan positif dan harus menjalani isolasi.

    Menurut dia, 300 siswa itu sudah menjalani pemeriksaan laboratorium, dan rontgen. “Hasil rongen normal,” katanya. Kendati begitu, mereka tetap dikenakan status Orang Dalam Pantauan (ODP) dan harus menjalani isolasi selama 14 hari, untuk selanjutnya menjalani uji swab.

    Hasil positif dalam tes cepat belum tentu menunjukkan orang tersebut benar-benar terpapar Corona. Juru bicara pemerintah untuk penanggulangan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan hasil tes cepat perlu ditindaklanjuti dengan tes swab.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.