WHO Sebut Ada Penurunan Kasus Corona Secara Global Sejak 29 Maret

Reporter

Pekerja menyemprotkan desinfektan pada kerabat korban Virus Corona selama pemakaman di Jakarta, 31 Maret 2020. Dalam prosesi pemakaman jenazah korban Virus Corona, petugas pemakaman harus mengenakan alat pelindung diri untuk petugas kesehatan, semacam jas hujan plastik. REUTERS/Willy Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut terjadi penurunan kasus positif Corona secara global sejak 29 Maret sampai 31 Maret 2020.

Berdasarkan data laporan situasi harian WHO yang dikutip pada Rabu, 1 April 2020, jumlah penambahan kasus baru secara global pada 29 Maret adalah 63.159 kasus. Angka ini kemudian turun pada 30 Maret menjadi 58.411 kasus, dan kembali turun pada 31 Maret menjadi 57.610 kasus.

Sebelumnya, pelambatan kasus baru Covid-19 ini juga pernah terjadi pada tanggal 23 Maret 2020 di mana penambahan kasus baru secara global tertahan di sekitar 40 ribu kasus per hari.

Laporan situasi harian WHO mencatat penambahan kasus secara global sejak 23 Maret sampai dengan 25 Maret adalah 40.788 kasus, 39.825 kasus, dan 40.712 kasus. Namun, pada 26 Maret, kembali terjadi penambahan kasus positif Corona secara global menjadi 49.219 kasus.

Berdasarkan catatan WHO, kasus terbanyak terjadi di Amerika Serikat dengan total 188.172 kasus. Kemudian Italia sebanyak 101.739 kasus, Spanyol 85.195 kasus, Cina 82.545 kasus, dan Jerman 61,913 kasus.

Di Indonesia hingga saat ini kasus terkonfirmasi positif Corona mencapai 1.528 kasus. Kemudian, 81 orang sembuh dan 136 jiwa meninggal dunia akibat virus tersebut.






Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

14 jam lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

Kanselir Jerman Olaf Scholz terinfeksi virus corona sepulang lawatannya ke Timur Tengah.


Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

2 hari lalu

Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

Aktor Korea Selatan Lee Seung Gi mendapatkan apresiasi Direktur Jenderal WHO, karena mengingatkan soal batas konsumsi asupan garam harian. Berbahaya?


Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

4 hari lalu

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

'Tapi sekarang pandemi Covid-19 belum berakhir ya'


Uganda Umumkan KLB Ebola Pasca-Galur Sudan Ditemukan

6 hari lalu

Uganda Umumkan KLB Ebola Pasca-Galur Sudan Ditemukan

WHO mengatakan sebelumnya sudah ada tujuh KLB Ebola galur Sudan yakni empat di Uganda dan tiga di Sudan.


Jokowi Tak Mau Ikut Joe Biden Nyatakan Pandemi Covid-19 Telah Berakhir

6 hari lalu

Jokowi Tak Mau Ikut Joe Biden Nyatakan Pandemi Covid-19 Telah Berakhir

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan bahwa pandemi Covid-19 di negaranya telah berakhir.


Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

6 hari lalu

Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

Kasus Corona di AS masih tinggi saat Joe Biden menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir.


WHO Berterima Kasih Lee Seung Gi Bicara Soal Asupan Garam di Drama The Law Cafe

7 hari lalu

WHO Berterima Kasih Lee Seung Gi Bicara Soal Asupan Garam di Drama The Law Cafe

Karakter Lee Seung Gi di The Law Cafe mengungkapkan berbagai ancaman penyakit berbahaya jika terus-menerus konsumsi garam berlebihan setiap harinya.


Tanda-tanda Pandemi Covid-19 Berakhir, WHO Keluarkan 6 Kebijakan

10 hari lalu

Tanda-tanda Pandemi Covid-19 Berakhir, WHO Keluarkan 6 Kebijakan

Dirjen WHO menyatakan sudah ada tanda-tanda pandemi Covid-19 akan berakhir.


Dirjen WHO: Akhir Pandemi COVID-19 Sudah di Depan Mata

12 hari lalu

Dirjen WHO: Akhir Pandemi COVID-19 Sudah di Depan Mata

Ini penilaian paling optimistis sejak PBB menerapkan pandemi COVID-19 pada Maret 2020


Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

14 hari lalu

Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

Selandia Baru menghapuskan aturan ketat yang mewajibkan suntik vaksin virus corona dan menggunakan masker.