Dokter RS Persahabatan: Orang Sehat Bisa Pakai Masker Kain

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desainer Friederike Jorzig menjahit masker untuk gaun pernikahan di tokonya di Berlin, Jerman, 31 Maret 2020. Masker buatan Friederike ini dibuat khusus bagi pasangan pengantin yang akan menikah di tengah pemberlakuan lockdown di Jerman. REUTERS/Fabrizio Bensch

    Desainer Friederike Jorzig menjahit masker untuk gaun pernikahan di tokonya di Berlin, Jerman, 31 Maret 2020. Masker buatan Friederike ini dibuat khusus bagi pasangan pengantin yang akan menikah di tengah pemberlakuan lockdown di Jerman. REUTERS/Fabrizio Bensch

    TEMPO.CO, Jakarta - Dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, Erlina Burhan, mengatakan bahwa masker berbahan kain bisa digunakan oleh masyarakat. “Bisa dipakai masyarakat yang sehat, digunakan di tempat umum, tapi tetap menjaga jarak 1-2 meter,” kata Erlina dalam konferensi pers, Rabu, 1 April 2020.

    Erlina menjelaskan, penggunaan masker kain bisa menjadi pilihan terakhir untuk masyarakat bila tidak ada lagi masker bedah untuk mencegah penularan virus. Namun masker kain ini tidak disarankan untuk dipakai oleh tenaga medis. “Karena 40-90 persen partikel dapat menembus masker,” katanya.

    Menurut Erlina, masker kain memiliki perlindungan terhadap droplet (percikan yang dihasilkan dari bersin dan batuk) yang besar. Efektivitas penyaringan masker kain pada partikel ukuran 3 mikron bisa 10-60 persen partikel bisa dicegah. “Kalau droplet kecil, tidak bisa masker ini.”

    Kelebihan dari masker kain ini adalah dapat dipakai berulang kali. Erlina mengatakan, masker kain harus dicuci dengan detergen dan air hangat untuk mematikan virus.

    Adapun masker bedah, menurut riset di Inggris, lebih efektif menyaring zat-zat tiga kali lipat dibanding masker kain atau buatan rumah dalam. Meski begitu, Erlina mengingatkan bahwa penggunaan masker bedah diprioritaskan bagi petugas medis dan orang sakit, atau orang sehat yang merawat orang sakit. “Saya minta jangan panic buying,” kata Erlina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.