Cegah Corona, Ini Syarat Tahanan Anak Jika Ingin Ajukan Asimilasi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tahanan atau narapidana kabur. shutterstock.com

    Ilustrasi tahanan atau narapidana kabur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Hukum dan HAM membebaskan ribuan tahanan anak sebagai upaya meminimalisir penyebaran virus Corona di Indonesia. Pembebasan ini melalui proses bernama asimilasi atau proses pembinaan yang dilaksanakan dengan membaurkan tahanan anak dalam kehidupan bermasyarakat.

    Dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020, tahanan anak yang diberi asimilasi harus memenuhi tiga syarat.

    "Satu, berkelakuan baik, dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Dua, aktif mengikuti program pembinaan dengan baik. Dan, tiga, telah menjalani masa pidana paling singkat tiga bulan," demikian kutipan dari Permen tersebut pada Rabu,1 April 2020.

    Asimilasi anak akan dilaksanakan di rumah dengan pembimbingan dan pengawasan oleh Badan Pengawas.

    Lalu untuk syarat pemberian asimilasi, harus dibuktikan dengan melampirkan dokumen yakni; fotokopi kutipan putusan hakim dan berita acara pelaksanaan putusan pengadilan, bukti telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai dengan putusan pengadilan atau melaksanakan subsider pengganti denda, laporan perkembangan pembinaan yang ditandatangani oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), salinan register F dari Kepala Lapas, salinan daftar perubahan dari Kepala Lapas, dan surat pernyataan bahwa tahanan atau narapidana tidak akan melarikan diri dan tidak melakukan perbuatan melanggar hukum.

    Kementerian Hukum dan HAM memutuskan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi demi memimalisir penyebaran virus Corona di dalam penjara. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan ada sekitar 30 ribu narapidana yang akan dibebaskan melalui proses tersebut. "Ada sekitar tiga puluh ribuan lebih WBP (warga binaan pemasyarakatan)," kata Yasonna melalui pesan singkat, Selasa, 31 Maret 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.