DPR Sebut Surpres dan Draf Omnibus Law Segera Dibahas Bamus

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu (ARB) melakukan aksi damai #GejayanMemanggil Menolak Omnibus Law di Gejayan, Sleman, D.I Yogyakarta, Senin, 9 Maret 2020. Dalam aksi tersebut mereka juga membawa sejumlah poster dengan tulisan kreatif untuk menyampaikan aspirasi mereka. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Aktivis yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu (ARB) melakukan aksi damai #GejayanMemanggil Menolak Omnibus Law di Gejayan, Sleman, D.I Yogyakarta, Senin, 9 Maret 2020. Dalam aksi tersebut mereka juga membawa sejumlah poster dengan tulisan kreatif untuk menyampaikan aspirasi mereka. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Achmad Baidowi mengatakan surat presiden dan draf omnibus law Rancangan Undang-undang Cipta Kerja hingga saat ini masih berada di meja pimpinan DPR. Namun dia berujar draf itu akan segera dibahas dalam rapat Badan Musyawarah.

    "Dalam waktu dekat akan dibahas di Bamus untuk dijadwalkan di paripurna," kata Baidowi melalui pesan tertulis, Selasa, 31 Maret 2020.

    Baidowi menjelaskan, setelah dibacakan rapat paripurna, Bamus DPR akan kembali membicarakan dan memutuskan alat kelengkapan dewan (AKD) yang akan ditugasi membahas RUU tersebut. Menurut dia, pembahasan omnibus law mungkin akan sedikit tersendat dari target awal karena pandemi Corona.

    Namun, Baidowi memastikan pembahasan akan tetap mengacu pada Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan sebagaimana diperbarui dalam UU Nomor 15 Tahun 2019.

    "Pelibatan publik juga akan dilakukan termasuk menghadirkan rapat secara virtual," ujar Sekretaris Fraksi PPP ini.

    Dalam rapat paripurna pembukaan masa sidang III DPR kemarin, Fraksi NasDem mempertanyakan progres surat presiden dan draf dua RUU omnibus law yang sudah diserahkan pemerintah ke DPR, yakni RUU Cipta Kerja dan RUU Perpajakan dan Penguatan Perekonomian.

    "Fraksi NasDem meminta kepada pimpinan untuk dibacakan dalam kesempatan rapat paripurna kali ini. Sudah sampai sejauh mana progres dua RUU omnibus law tersebut," demikian tertulis dalam pernyataan sikap Fraksi NasDem.

    Ketua DPR Puan Maharani mengatakan pembahasan omnibus law akan dilakukan sesuai mekanisme yang ada. Puan mengatakan DPR akan fokus pada fungsi pengawasan, legislasi, dan anggaran terkait pandemi Corona.

    "Akan kita bahas sesuai dengan mekanismenya. Namun perlu juga saya sampaikan bahwa DPR sesuai dengan fungsinya akan fokus pada pengawasan, legislasi, dan anggaran terkait dengan pandemi Covid-19 untuk bisa membantu bersinergi dengan pemerintah," ujar Puan kepada wartawan seusai rapat paripurna.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?