PSBB: Kepala Daerah Boleh Batasi Pergerakan Orang, Asalkan...

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satpol PP merazia warung internet (warnet) di tengah penerapan social distancing guna mencegah penularan virus Corona di Bandung, Jawa Barat, Senin, 23 Maret 2020.  ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung

    Satpol PP merazia warung internet (warnet) di tengah penerapan social distancing guna mencegah penularan virus Corona di Bandung, Jawa Barat, Senin, 23 Maret 2020. ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah meneken Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus Corona. Dalam PP itu dijelaskan tindakan-tindakan yang dapat diambil terkait pembatasan sosial tersebut.

    Ada tiga tindakan yang bisa diambil oleh kepala daerah, yakni paling sedikit meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja; pembatasan kegiatan keagamaan; serta pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.

    “Pembatasan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf a dan b (peliburan sekolah, kerja dan pembatasan ibadah) harus tetap mempertimbangkan kebutuhan pendidikan, produktivitas kerja dan ibadah penduduk,” seperti dikutip dari draf PP yang diteken Jokowi, pada Senin, 31 Maret 2020.

    Sedangkan untuk pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pemerintah meminta agar diperhatikan pemenuhan kebutuhan dasar penduduk.

    Dalam aturan tersebut, Jokowi membolehkan kepala daerah melakukan pembatasan sosial dengan persetujuan dari Menteri Kesehatan. Pembatasan sosial yang dimaksud termasuk membatasi pergerakan orang dan barang untuk satu provinsi, kabupaten atau kota.

    PP tersebut mengatur pembatasan sosial harus dilakukan berdasarkan pertimbangan epidemologis, besarnya ancaman, efektifitas, dukungan sumber daya, teknis operasional, pertimbangan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.

    Pembatasan Sosial Berskala Besar juga harus memenuhi sejumlah syarat, di antaranya jumlah kematian akibat penyakit meningkat dan menyebar secara signifikan, dan terdapat kaitan epidemologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.