Soal Corona, Gerindra-NasDem Minta Polisi Tak Asal Mempidana

Anggota DPR sekaligus politikus Partai Gerindra, Habiburokhman, menghadiri sidang putusan pria pembawa bendera, Dede Lutfi Alfiandi, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 30 Januari 2020. TEMPO/Lani Diana

TEMPO.CO, Jakarta-Fraksi Partai Gerindra dan Fraksi Partai NasDem Dewan Perwakilan Rakyat meminta Kepolisian Republik Indonesia mengutamakan pendekatan persuasif dalam penanganan wabah corona. Hal ini disampaikan dalam rapat kerja virtual Komisi III DPR dengan Kapolri dan jajarannya pada hari ini, Selasa, 31 Maret 2020.

Anggota Komisi III DPR dari Gerindra, Habiburrokhman, meminta Polri tak mempidana orang yang mengkritik kinerja pemerintah dalam penanganan corona. Dia mencontohkan advokat di Bali yang ditangkap karena tuduhan menyebarkan hoaks.

"Kalau yang disampaikan adalah penilaian, saya pikir itu tidak termasuk hoaks. Kalau kritik tidak puas, saya pikir kita harus lebih lapangkan dada karena masyarakat dalam posisi ketakutan luar biasa (karena corona)," kata Habiburrokhman.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi NasDem, Taufik Basari, meminta pemidanaan menjadi opsi terakhir yang dipakai Kepolisian. Taufik menyinggung over kapasitas rumah tahanan (rutan) dan lembaga permasyarakatan (lapas) yang justru akan menyulitkan tahanan untuk menjaga jarak selama pandemi corona ini. "Penahanan harus selektif dan jadikan upaya terakhir. Kalau mungkin tidak (ditahan) ya lakukan itu," ujar Taufik.

Taufik juga meminta Kepolisian berani mengambil tindakan ekstrem terkait penahanan. Dia mengusulkan adanya pengklasifikasian tahanan berdasarkan tingkat kejahatan yang mereka lakukan.

Terhadap tahanan yang tingkat kejahatannya ringan hingga sedang, Taufik mengusulkan, bisa dijadikan tahanan rumah, tahanan kota, atau dibebaskan. "Supaya tidak berat beban lapas dan rutan," kata dia.

Kapolri Jenderal Idham Azis mengklaim penahanan memang akan menjadi opsi terakhir lembaganya. Idham mengatakan sudah ada pula telegram dari Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri terkait hal ini. "Memang sejak awal saya sudah keluarkan kebijakan, penahanan dilakukan hanya dalam keadaan yang sangat-sangat, upaya terakhir," ujar Idham.

Terkait over kapasitas rutan dan lapas, dia mengatakan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sudah meminta izin Presiden Joko Widodo untuk membebaskan tahanan dari sel. "Hampir kurang lebih tiga puluh ribu tahanan di Indonesia (akan dibebaskan)," kata Idham.

BUDIARTI UTAMI PUTRI






Sandiaga Uno: Siapapun Harus Siap Dicalonkan untuk Pilpres 2024

22 menit lalu

Sandiaga Uno: Siapapun Harus Siap Dicalonkan untuk Pilpres 2024

Sandiaga Uno mengatakan soal suara agar dia menjadi calon presiden atau calon wakil presiden akan berganung pada keputusan partai politik.


Reaksi Tubuh Jika Terpapar Zat 2-chlorobenzalmalononitrile dalam Gas Air Mata

4 jam lalu

Reaksi Tubuh Jika Terpapar Zat 2-chlorobenzalmalononitrile dalam Gas Air Mata

Gas air mata mengandung zat 2-chlorobenzylidenemalononitrile


Korban Tewas Termuda Penembakan Massal di Thailand Berusia 2 Tahun

4 jam lalu

Korban Tewas Termuda Penembakan Massal di Thailand Berusia 2 Tahun

Pejabat kepolisian Thailand mengkonfirmasi korban termuda dari penembakan massal di Thailand berusia 2 tahun.


Apa itu Zat 2-chlorobenzalmalononitrile yang Terkandung dalam Gas Air Mata?

5 jam lalu

Apa itu Zat 2-chlorobenzalmalononitrile yang Terkandung dalam Gas Air Mata?

Gas air mata mengandung bahan kimia berbahaya yang menyebabkan iritasi kulit, mata, dan pernapasan


Ramai Digunakan Usai Tragedi Kanjuruhan, Apa Arti Kode 1312 ACAB?

8 jam lalu

Ramai Digunakan Usai Tragedi Kanjuruhan, Apa Arti Kode 1312 ACAB?

Frasa ACAB dan kode 1312 merupakan bentuk ekspresi amarah dan kekecewaan masyarakat terhadap tindakan brutal dari aparat kepolisian.


Ketua DPD Gerindra DKI Riza Patria Terima Pengunduran Diri Mohamad Taufik

8 jam lalu

Ketua DPD Gerindra DKI Riza Patria Terima Pengunduran Diri Mohamad Taufik

Ketua DPD Gerindra DKI Riza Patria mengatakan Mohamad Taufik mundur karena ingin fokus menjalani pengobatan.


Taufik Mundur dari Gerindra dan DPRD DKI, Riza Patria: Sakit Kanker Paru Menjalar ke Kaki

9 jam lalu

Taufik Mundur dari Gerindra dan DPRD DKI, Riza Patria: Sakit Kanker Paru Menjalar ke Kaki

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan telah menerima surat pengunduran diri Mohamad Taufik.


Tragedi Kanjuruhan, Bagaimana Aturan Penggunaan Gas Air Mata oleh Polisi?

14 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, Bagaimana Aturan Penggunaan Gas Air Mata oleh Polisi?

Penggunaan gas air mata tertuang dalam Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.


7 Tahun Kematian Akseyna, Ayahanda Sodorkan Motif, Dugaan, dan Terduga Pelaku

1 hari lalu

7 Tahun Kematian Akseyna, Ayahanda Sodorkan Motif, Dugaan, dan Terduga Pelaku

Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas hari ini mengadakan rapat untuk menindaklanjuti kasus kematian mahasiswa Universitas Indonesia Akseyna Ahad Dori.


Ditanya Soal NasDem Sokong Anies Baswedan Jadi Capres, Prabowo: Ini Hari Ulang Tahun TNI

1 hari lalu

Ditanya Soal NasDem Sokong Anies Baswedan Jadi Capres, Prabowo: Ini Hari Ulang Tahun TNI

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto masih enggan mengomentari dukungan resmi dari Partai NasDem kepada Anies Baswedan.