Pemudik Berdatangan, Kabupaten Kuningan Izinkan Karantina Parsial

Polisi berjaga di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 27 Maret 2020. Polrestabes Surabaya memberlakukan kawasan tertib 'physical distancing' atau jaga jarak secara fisik di Jalan Tunjungan dan Jalan Raya Darmo pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu pada jam tertentu dengan tidak memperbolehkan kendaraan melintas atau orang berkumpul guna mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Kabupaten Kuningan mulai hari ini, Selasa, 31 Maret 2020 memperbolehkan karantina wilayah parsial di lingkungan RT, RW dan desa-desa terkait wabah Corona.

Mulai hari ini, diperbolehkan karantina parsial di lingkungan masing-masing, desa sampai kecamatan. Kami juga akan membentuk satuan gugus tugas melibatkan relawan sampai desa, dibantu TNI dan Polri,” kata Bupati Kuningan Acep Purnama, Selasa.

Kebijakan tersebut diambil setelah mendapat petunjuk dari Gubernur Jawa Barat. Sebelumnya diketahui ada puluhan ribu pemudik datang dan ancaman menyebarkan wabah Covid-19 di wilayah Kuningan.

“Dia menyarankan semua organisasi dilibatkan menjadi relawan desa. “Kepala seluruh ASN di kabupaten Kuningan, otomatis menjadi relawan dimanapun dia berada,” kata Acep.

Alasan diberlakukan karantina wilayah parsial, yakni banyaknya pemudik dari kota-kota besar zona merah. Selama sepekan terakhir, diperkirakan 50.000 pemudik yang kembali ke Kuningan.

Acep berharap pemudik atau orang yang datang dari luar kota mengikuti kewajiban karantina diri selama 14 hari, “Jangan kemana-mana atau self distancing, karena akan diawasi oleh warga, RT, RW dan aparat desa, hal ini untuk memutus rantai penularan,” ujarnya. Jika pemudik yang masuk falam daftar orang dalam pengawasan tetap berkeliaran akan dilaporkan ke aparat setempat.

Warga yang baru datang dari zona merah dan merasa ada keluhan gejala Corona diharapkan segera melaporkan ke RT, kepala dusun sampai aparat desa untuk dibawa ke puskesmas terdekat untuk diperiksa. Jika hasilnya menunjukkan tertular Corona, maka mereka akan dirujuk ke rumah sakit yang penangan Corona. Seluruh Puskesmas siap buka pelayanan selama 24 jam.

Acep mengatakan aturan lain yang diterapkan, yakni pedagang kaki lima tidak perbolehkan berjualan di jalan protokol sejak pagi. Mereka dibatasi berjualan mulai pukul 15.00-20.00. Pedagang makanan tidak diperbolehkan melayani pembeli yang makan di tempat tapi tetap boleh melayani pembeli yang dibawa pulang. Semua kerumunan akan dibubarkan paksa.

“Saya sudah koordinasi dengan SKPD untuk membentuk satuan gugus tugas untuk karantina wilayah parsial di desa, nanti akan melibatkan relawan desa,” kata Acep.

Ia berharap semua organisasi di desa-desa menjadi relawan penangan Covid-19 untuk memantau para pemudik dari zona merah, mendeteksi dan mengamankan desanya masing-masing.

Acep juga berjanji akan membantu warga Kuningan yang tidak mudik di perantauan. Jika mereka tidak mampu membiayai diri sendiri karena wabah Corona ini, maka mereka akan didata dan diberi bantuan. Begitu juga dengan para pemudik yang tidak bisa membiayai keluarganya harap melapor ke aparat desa setempat.






Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

1 hari lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.


Kasus Covid-19 di Cina Mulai Turun

6 hari lalu

Kasus Covid-19 di Cina Mulai Turun

Otoritas di Cina mengklaim infeksi virus corona sudah lewati puncaknya. Namun ahli memperingatkan terhadap kemungkinan lonjakan kasus Covid-19.


China Laporkan 13.000 Tewas Akibat Covid dalam Sepekan Terakhir

9 hari lalu

China Laporkan 13.000 Tewas Akibat Covid dalam Sepekan Terakhir

Jumlah korban tewas akibat Covid-19 di China disebut tak mencerminkan angka sebenarnya.


China Akhirnya Jujur Soal Data Covid-19 ke WHO, Jumlah Kematian Tembus 60 Ribu

16 hari lalu

China Akhirnya Jujur Soal Data Covid-19 ke WHO, Jumlah Kematian Tembus 60 Ribu

China buka-bukaan soal data Covid-19 ke WHO. Sejak kebijakan nol-Covid dicabut pada Desember lalu, kasus Corona di China melonjak tajam.


Kematian Akibat Covid-19 di Cina Nyaris 60 Ribu Orang

17 hari lalu

Kematian Akibat Covid-19 di Cina Nyaris 60 Ribu Orang

Cina mempublikasi laporan berdasarkan catatan rumah sakit bahwa kematian akibat Covid-19 hampir mendekati angka 60 ribu orang


Bentley Cetak Rekor Penjualan Tertinggi di 2022, Tembus 15.174 Unit

22 hari lalu

Bentley Cetak Rekor Penjualan Tertinggi di 2022, Tembus 15.174 Unit

SUV Bentley Bentayga menjadi model terlaris dengan kontribusi 42 persen dari total penjualan sepanjang 2022.


Mulai Hari Ini, China Setop Karantina untuk Pelancong dari Luar Negeri

24 hari lalu

Mulai Hari Ini, China Setop Karantina untuk Pelancong dari Luar Negeri

China telah mengakhiri persyaratan karantina untuk pelancong yang datang dari luar negeri, meskipun sedang berjuang melawan lonjakan kasus COVID-19


Update Covid-19 di Cina, Yunani, Jerman dan Swedia Ikut Kencangkan Aturan ke Pelancong

26 hari lalu

Update Covid-19 di Cina, Yunani, Jerman dan Swedia Ikut Kencangkan Aturan ke Pelancong

Yunani, Jerman dan Swedia bergabung dengan negara-negara yang memberlakukan pembatasan pada pelancong dari Cina butut kenaikan Covid-19 di sana


Warga China Putus Asa, Serbu Pasar Gelap demi Obat Covid

26 hari lalu

Warga China Putus Asa, Serbu Pasar Gelap demi Obat Covid

Di tengah gelombang Covid-19 di China, orang-orang yang putus asa tertipu ribuan dolar di pasar gelap demi obat virus Corona.


Uni Eropa Rapat untuk Tanggapi Lonjakan Infeksi Covid-19 di Cina

29 hari lalu

Uni Eropa Rapat untuk Tanggapi Lonjakan Infeksi Covid-19 di Cina

Uni Eropa sebelumnya pada Desember 2022 sudah rapat membahas lonjakan kasus Covid-19 di Cina, namun tak membuahkan keputusan.