Dua Pasien Corona di RSUD Moewardi Sembuh, Solo Waspadai Pemudik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo (kanan) mencukur rambut pejabat daerah Pemerintah Kota Solo saat aksi cukur gundul rambut bersama di Rumah Dinas Walikota Loji Gandrung, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 25 Maret 2020. Dalam tradisi jawa, menggunduli rambut menjadi simbol membuang kesialan. Kesialan yang dimaksud di antaranya, wabah corona yang kian meluas di Indonesia.ANTARA/Mohammad Ayudha

    Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo (kanan) mencukur rambut pejabat daerah Pemerintah Kota Solo saat aksi cukur gundul rambut bersama di Rumah Dinas Walikota Loji Gandrung, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 25 Maret 2020. Dalam tradisi jawa, menggunduli rambut menjadi simbol membuang kesialan. Kesialan yang dimaksud di antaranya, wabah corona yang kian meluas di Indonesia.ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Moewardi, Solo, Jawa Tengah, kini sudah tidak lagi merawat pasien positif terjangkit virus Corona atau COVID-19. "Sudah tidak ada lagi pasien positif di Kota Solo," kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo setelah berkoordinasi dengan rumah sakit itu, Selasa, 31 Maret 2020. Dua pasien terakhir yang dirawat telah dinyatakan sembuh.

    Dua pasien terakhir yang dirawat di RSUS itu sebenarnya bukan warga Solo. "Mereka dari kabupaten lain kemudian dibawa ke Solo karena RSUD Moewardi merupakan rujukan utama," ujar Rudyatmo.

    Meski sudah tidak ada pasien positif, Pemerintah Kota Solo masih terus melakukan serangkaian antisipasi untuk menghadapi situasi terburuk. Salah satunya menyiapkan rumah sakit khusus untuk perawat pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien positif Corona.

    Rumah sakit yang disiapkan adalah RSUD Bung Karno. Rumah sakit itu belum lama ini dioperasikan. "Pasiennya juga belum banyak." Menurut Rudyatmo, mereka akan menata ulang ruangan di rumah sakit itu sehingga bisa digunakan khusus merawat pasien COVID-19.

    Gedung-gedung tak terpakai juga akan disiapkan sebagai tempat karantina bagi para pemudik. "Pemudik perlu dikarantina selama dua pekan." Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

    Setidaknya, ada tiga bangunan besar yang disiapkan untuk karantina mengantisipasi wabah Corona, yaitu Ndalem Joyokusuman, Ndalem Cokrosuhartan dan gedung Grha Wisata. "Kami sudah berkoordinasi dengan stasiun dan terminal untuk membawa pemudik ke tempat karantina."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.