BKN Minta PNS yang Jadi Pasien Corona Dilaporkan Setiap Pekan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BKN Bima Haria Wibisana (tengah) meninjau pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. ANTARA

    Kepala BKN Bima Haria Wibisana (tengah) meninjau pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana meminta kepada Badan Kepegawaian Daerah untuk memberikan data terkait pegawai negeri sipil atau PNS yang tertular virus Corona.

    “Kami meminta kepada BKD setiap minggu melaporkan tentang PNS, baik itu dalam pemantauan atau ODP, PDP, atau positif Covid-19, sudah sembuh atau meninggal perlu dilaporkan tiap minggu,” kata Bima dalam konferensi pers, Senin, 30 Maret 2020.

    Bima mengatakan imbauan ini sudah tertuang dalam Surat Edaran Kepala BKN Nomor 4 Tahun 2020. Para kepala BKD, kata dia, harus memberikan data terkait PNS yang terkena Covid-19 ini melalui Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) online.

    Pendataan ini diperlukan untuk memetakan sekaligus berkaitan dengan hak-hak kepegawaian yang didapat para PNS jika terkena Covid-19. Misalnya, santunan rumah sakit, maupun bila terjadi kematian.

    “Untuk itu dibutuhkan data akurat melalui SAPK ini sehingga kami dpt memantau dan menindaklanjuti jika ada PNS terpapar, tertular atau sakit bahkan meninggal akibat Covid-19 ini,” kata Bima.

    Menurut Bima, dalam waktu dekat, BKN akan melakukan sosialisasi dan workshop secara daring mengenai penggunaan SAPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.