Gaji dan Tunjangan ASN Jabar Dipotong untuk Penanganan Corona

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggelar rapat dengan DPRD Jabar di Ruang Papandayan, Gedung Sate, Kamis (26/3/2020).

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggelar rapat dengan DPRD Jabar di Ruang Papandayan, Gedung Sate, Kamis (26/3/2020).

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan dirinya bersama Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) sepakat memotong gaji dan tunjangannya untuk membantu penanggulangan pandemi Corona di wilayahnya.

    “ASN pemerintah Jawa Barat, yang PNS, gubernur, wakil gubernur; kalau tidak gaji atau tunjangannya akan kita sumbangkan dengan persentase yang adil dan proporsional,” kata Ridwan dalam konferensi pers yang disiarkan live-streaming dari Gedung Negara Pakuan, Bandung, Senin, 30 Maret 2020.

    Ridwan mengatakan pemotongan gaji dan tunjangan bagi ASN akan dilakukan berbeda-beda. “Tidak sama, ada rentangnya, dan disesuaikan dengan kemampuan. Akan kita atur seadil mungkin dan seproporsional mungkin,” kata dia.

    Karena itu, Ridwan meyakini pemotongan gaji dan tunjangan tidak akan memberatkan ASN. “Ini adalah kewajiban kita, jadi tidak ada istilah menolak atau tidak menolak," ujarnya.

    Apalagi, menurut Ridwan, ASN Jawa Barat sudah mengalami peningkatan pendapatan yang cukup besar sejak Januari 2020 dengan peningkatan tunjangan. "Persentasenya diatur seadil mungkin, saya kira tidak akan memberatkan. Kita masih lebih beruntung dibanding profesi-profesi yang lain,” kata dia.

    Ridwan mengatakan pemotongan tunjangan dan gaji ini akan dilakukan selama 4 bulan. “Mudah-mudahan inilah bela negara dari kita, para ASN pemerintah provinsi Jawa Barat selama 4 bulan ke depan. Jumlahnya tentunya tidak bisa disebutkan angkanya, persentasenya, tapi dengan asas adil dan proporsional,” ujarnya.

    Ia pun meminta bupati dan wali kota di Jawa Barat melakukan hal yang sama. “Tapi saya melakukan imbauan ini juga pada kepala daerah dan ASN di lingkungan Tingkat 2, kota-kabupaten,” kata Ridwan.

    Selain itu, kata Ridwan, ASN Jawa Barat sekaligus didaftarkan sebagai relawan untuk membantu penanggulangan penyebaran Covid-19. “Gerakan memberantas corona ini adalah gerakan bersama. Oleh karena itu, kami mengimbau semua pihak, jika punya tenaga, Presiden mengarahkan agar kita membangun kerelawanan, oleh karena itu sudah saya wajibkan semua ASN adalah relawan bagi penanggulangan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

    Pemerintah Jawa Barat juga sudah membuka pendaftaran bagi mereka yang ingin bergabung menjadi relawan penanggulangan Covid-19 di Jawa Barat lewat situs Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat atau Pikobar. “Kami mengimbau, Karang Taruna, pemuda-pemuda di Jawa Barat yang berbadan sehat, untuk bergabung menjadi relawan, bisa di Pikobar, di situ ada pendaftaran relawan," kata dia.

    Ridwan juga meminta pada warganya yang punya kelebihan harta untuk ikut menyumbang dana. “Kepada mereka yang punya kelebihan harta, dengan zakat, dengan sedekah, dengan infak, untuk mendukung dua hal. Membantu mencari APD, alat pelindung diri yang susah. Kemudian, membeli sembako bagi warga-warga yang tidak mampu,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.