Sultan HB X Sebut Jokowi Setuju Karantina Wilayah di Kelurahan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyemprotan disinfektan di salah satu kos ekslusif di Yogyakarta untuk mengantisipasi virus corona. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Penyemprotan disinfektan di salah satu kos ekslusif di Yogyakarta untuk mengantisipasi virus corona. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menuturkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi lebih menyetujui karantina wilayah di tingkat kelurahan.

    Presiden Jokowi, kata Sultan, melihat pembatasan wilayah di tingkat pemerintahan terbawah lebih efektif untuk menekan penyebaran Corona. Sebab, ia mengatakan lurah atau kepala desa lebih mengenal wilayah. “Nah, Presiden tadi melihat pembatasan di tingkat kelurahan ini yang lebih efektif,” kata Sultan, Senin, 30 Maret 2020.

    Ia mengatakan Presiden Jokowi lebih memilih istiah pembatasan sosial ketimbang lockdown. Sultan menuturkan pemerintah pusat mengartikan lockdown sebagai menutup penuh wilayah. Sedangkan faktanya kebijakan yang akan diambil bukan penutupan total

    “Sehingga disepakati (nama kebijakannya) pembatasan sosial, bukan dengan istilah karantina lagi,” ujar Sultan.

    Sultan menuturkan yang dikhawatirkan pemerintah pusat jika istilah karantina atau isolasi wilayah itu dipakai, pemahaman publik akan merujuk seperti lockdown. Karena kebijakan yang hendak diambil memang tidak akan seperti lockdown yang menutup akses penuh.

    Sultan pun menambahkan dengan kebijakan pembatasan sosial itu, pemerintah Yogyakarta juga tak akan menutup akses wilayahnya seperti di perbatasan perbatasan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.