Hari Ini, Surabaya Gelar Rapid Test Corona di Seluruh Puskesmas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepeda melintas di Jalan Darmo yang ditutup, di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 28 Maret 2020. Penutupan sejumlah jalan di Surabaya tersebut agar terbebas dari segala aktivitas warga dan kendaraan guna mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19). ANTARA

    Pesepeda melintas di Jalan Darmo yang ditutup, di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 28 Maret 2020. Penutupan sejumlah jalan di Surabaya tersebut agar terbebas dari segala aktivitas warga dan kendaraan guna mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19). ANTARA

    TEMPO.CO, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, akan melaksanakan rapid test (tes cepat) secara serentak di seluruh puskesmas se-Surabaya pada Selasa, 31 Maret 2020. Tes itu diprioritaskan untuk tenaga medis dan pasien dalam pengawasan (PDP).

    "Jadi yang diprioritaskan rapid test itu nakes (tenaga medis) dan PDP. Untuk angkanya sesuai jumlah sasaran," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, dalam pers rilis yang diterima Tempo, Senin, 30 Maret 2020.

    Menurut Febria, jumlah alat rapid test yang disediakan untuk 63 puskesmas se-Surabaya ada 620. Jumlah itu menambah 66 alat rapid test yang pada Ahad ini telah dipergunakan untuk tenaga medis di RSUD Soewandhie dan RSUD Bhakti Dharma Husada.

    Dari hasil tes yang dilakukan tenaga medis di dua rumah sakit tersebut, kata dia, semuanya dinyatakan negatif Covid-19. "Dari total 66 (orang) yang dilakukan tes (rapid test), alhamdulillah hasilnya negatif semua,” kata Feny--sapaan Febria Rachmanita.

    Feny menjelaskan rapid test merupakan alat deteksi antibodi melalui cara pengambilan sampel darah, serum darah, yang kemudian diteteskan ke alat tes. Dari alat itu bisa diketahui orang itu positif atau negatif Corona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.