Cegah Corona, Surabaya Pastikan akan Terapkan Karantina Wilayah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 27 Maret 2020. Polrestabes Surabaya memberlakukan kawasan tertib 'physical distancing' atau jaga jarak secara fisik di Jalan Tunjungan dan Jalan Raya Darmo pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu pada jam tertentu dengan tidak memperbolehkan kendaraan melintas atau orang berkumpul  guna mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19. ANTARA

    Polisi berjaga di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 27 Maret 2020. Polrestabes Surabaya memberlakukan kawasan tertib 'physical distancing' atau jaga jarak secara fisik di Jalan Tunjungan dan Jalan Raya Darmo pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu pada jam tertentu dengan tidak memperbolehkan kendaraan melintas atau orang berkumpul guna mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Surabaya akan menerapkan kebijakan karantina wilayah sebagai upaya menekan penyebaran virus Corona. Salah satunya dengan memeriksa (screening) setiap kendaraan atau orang yang akan masuk ke Kota Surabaya.

    “Jadi hanya plat L (Surabaya) nanti yang boleh masuk atau mungkin kalau dia bukan plat L tapi dia punya KTP Surabaya. Dan untuk (driver-ojek) online juga kami batas,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 30 Maret 2020.

    Irvan mengatakan setidaknya ada 19 pintu masuk ke Kota Surabaya. Yaitu Stadion Gelora Bung Tomo (Pakal), Terminal Tambak Oso (Benowo), Dupak Rukun (Asemrowo), Kodikal (Pabean), Mayjen rumah pompa (Dukuh Pakis), Gunungsari (Jambangan), Kelurahan Kedurus (Karang Pilang), Masjid Agung (Kecamatan Gayungan), dan Jeruk (Lakarsantri).

    Selain itu di Driyorejo, Benowo Terminal (Pakal), Tol Simo (Sukomanunggal), Mal City of Tomorrow (Dishub), MERR Gunung Anyar (Gunung Anyar), Suramadu (Kec. Kenjeran), Rungkut Menanggal (Gunung Anyar), Wiguna Gunung Anyar Tambak (Gunung Anyar), Margomulyo (Tandes) dan Pondok Chandra (Gunung Anyar).

    Menurut dia, kendaraan yang boleh masuk ke Kota Surabaya adalah kendaraan yang memiliki urusan dan kepentingan dengan kebutuhan dasar. Seperti tenaga medis, tenaga pemerintahan, kendaraan yang mengangkut bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), serta kendaraan yang mensuplai makanan.

    Namun, Irvan menuturkan kendaraan-kendaraan tersebut harus tetap dalam kondisi steril. Karena itu pemerintah kota bersama kepolisian dan TNI akan menyiapkan bilik sterilisasi. “Ini diharapkan nanti 24 jam dalam pengawasan untuk akses masuk ke Surabaya,” katanya.

    Menurut dia, pemerintah kota serta kepolisian dan TNI sudah menyosialisasikan dan sterilisasi di 19 akses masuk Kota Surabaya. “Mulai hari Jumat kemarin kami sudah lakukan sosialisasi dan pembatasan-pembatasan. Jadi kami sudah kurangi yang empat-tiga lajur, menjadi satu lajur. Nanti mungkin akan menjadi satu lajur saja, jika benar-benar urgen," katanya.

    Menurut Irvan, kebijakan karantina wilayah untuk mencegah penyebaran Corona ini tengah dirumuskan Forum Pimpinan Daerah Kota Surabaya. Namun, dia memastikan, kebijakan itu bakal segera dilaksanakan dalam minggu ini. “Mungkin dalam satu dua hari ini. Setelah semua posko-posko lengkap, petugas juga sudah ditempatkan semua,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.