Tren Penumpang Pesawat Tunjukkan Warga Jakarta Respons Positif Imbauan Tetap Berada di Rumah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai PT Angkasa Pura II yang tetap melakukan aktivitas kerja pada masa WFH di Bandara Soetta, Tangerang, Banten.

    Pegawai PT Angkasa Pura II yang tetap melakukan aktivitas kerja pada masa WFH di Bandara Soetta, Tangerang, Banten.

    INFO NASIONAL — Imbauan pemerintah untuk tidak bepergian ke luar kota dan tetap berada di rumah (stay at home) serta kerja dari rumah (work from home) selama pandemi Covid-19, direspons baik oleh warga Jakarta jika melihat tren pergerakan penumpang pesawat.

    Jakarta sendiri merupakan provinsi dengan kasus Covid-19 terbanyak di Indonesia, dan warga Ibu Kota diharapkan tidak melakukan perjalanan ke luar kota. 

    Pegawai PT Angkasa Pura II yang tetap melakukan aktivitas kerja pada masa WFH di Bandara Soetta, Tangerang, Banten.

    Sejalan dengan itu, warga Jakarta dan sekitarnya memang mengurangi bepergian dengan pesawat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Banten) dan Halim Perdanakusuma (Jakarta).

    “Jika melihat data pada periode 14 hari work from home dan stay at home atau pada 16-29 Maret 2020, terjadi tren penurunan pergerakan penumpang pesawat di Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, yang menandakan masyarakat merespons baik imbauan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin. 

    Pada tujuh hari pertama periode stay at home dan work form home (16-22 Maret), jumlah pergerakan penumpang pesawat rute domestik di Soekarno-Hatta tercatat 763.633, dan pada tujuh hari kedua (23-29 Maret) menjadi 500.080 atau turun 34,51 persen. Sementara itu, pergerakan pesawat turun 34,22 persen dari 6.069 pergerakan menjadi 3.992 pergerakan.

    Di Halim Perdanakusuma, pada tujuh hari pertama (16-22 Maret) jumlah penumpang rute domestik tercatat 86.653 penumpang, dan mengalami penurunan 35,07 persen menjadi 56.265 penumpang pada tujuh hari kedua (23-29 Maret). Seiring dengan itu, pergerakan pesawat juga mengalami penurunan 18,82 persen atau dari 1.217 pergerakan menjadi 988 pergerakan. 

    Muhammad Awaluddin mengatakan data juga mengindikasikan bahwa penumpang yang bepergian ke luar Jakarta akan kembali lagi ke Jakarta sesegera mungkin. 

    “Pergerakan pesawat masuk ke Jakarta lebih tinggi dibandingkan dengan keluar Jakarta. Data juga menyatakan bahwa penumpang yang keluar Jakarta akan segera kembali ke Jakarta," tuturnya.

    “Dilihat dari top 10 destinasi favorit, penerbangan yang meninggalkan Jakarta jumlahnya imbang dengan penerbangan yang datang di Jakarta. Indikasinya adalah pesawat yang datang ke Jakarta itu membawa kembali penumpang yang sebelumnya meninggalkan Jakarta,” ucap Muhammad Awaluddin. 

    Adapun top 10 destinasi rute domestik dari Soekarno-Hatta adalah Medan, Palembang, Padang, Pontianak, Semarang, Solo, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, dan Ujung Pandang. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.