Sultan HB X: Kalau Lockdown, Ekonomi Daerah Itu Hancur

Sultan Hamengkubuwono X menyatakan penutupan destinasi wisata di Yogyakarta tak efektif cegah virus corona, karena sudah sepi pengunjung. Hal tersebut ia nyatakan usai menggelar rapat terkait wabah virus corona, dengan bupati dan walikota se-DIY di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis 19 Maret 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Yogyakarta - Gubernur D.I. Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X atau HB X menjelaskan kondisi masyarakat dan daerah jika  lockdown atau karantina wilayah dilaksanakan dalam masa wabah Corona ini.

“Jadi kalau lockdown itu terjadi, ekonomi daerah itu akan hancur, maka juga tidak kami lakukan (di DIY)," kata Sultan HB X di Komplek Kantor Gubernur, Kepatihan, Yogyakarta, hari ini, Senin, 30 Maret 2020.

Menurut Sultan HB X, jika suatu wilayah memutuskan lockdown otomatis orang di dalam wilayah itu dibatasi geraknya.

Nah, untuk mencukupi kebutuhan masyarakat harus ada pihak yang dipastikan bertanggungjawab memenuhi kebutuhan akibat lockdown. 

Sultan HB X menjelaskan kalau lockdown atau karantina wilayah terjadi maka pemerintah harus bertanggungjawab terhadap ekonomi masyarakat. "Harus memberi makan setiap orang di wilayahnya."

Pasal 55 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan mengatur jika Karantina Wilayah ditetapkan maka semua kebutuhan dasar masyarakat berikut makanan ternak di wilayah tersebut harus ditanggung oleh pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah. 

Menurut Sultan HB X, wacana karantina wilayah atau lockdown sempat dibahas bersama Presiden Joko Widodo, terutama setelah muncul gelombang pemudik di masa wabah Corona ini.






Ada 134 Tradisi Yogyakarta Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

9 hari lalu

Ada 134 Tradisi Yogyakarta Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Menurut Sultan HB X, cukup sulit mengumpulkan data-data pendukung produk budaya yang akan didaftarkan sertifikat warisan budaya tak benda.


Kisah Tari Beksan Punggawa Keraton yang Sambut Delegasi G20 di Yogyakarta

9 hari lalu

Kisah Tari Beksan Punggawa Keraton yang Sambut Delegasi G20 di Yogyakarta

Dari perhelatan G20 Sherpa Meeting di Yogyakarta itu, para delegasi mendapatkan berbagai inspirasi untuk menyongsong penyelenggaraan KTT G20.


Resmikan Grha Padmanaba, Sultan HB X: Modernisasi Harus Jaga Cagar Budaya

19 hari lalu

Resmikan Grha Padmanaba, Sultan HB X: Modernisasi Harus Jaga Cagar Budaya

Pemerintah Yogyakarta saat ini tengah gencar menyerukan agar berbagai cagar budaya yang sudah ditetapkan tidak dirusak dengan bangunan-bangunan baru.


Pemda Yogya Ambil Aset Malioboro Mall dan Hotel Ibis, Sultan HB X Bantah PHK Karyawan

24 hari lalu

Pemda Yogya Ambil Aset Malioboro Mall dan Hotel Ibis, Sultan HB X Bantah PHK Karyawan

Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X mnjelaskan duduk perkara serah terima aset Malioboro Mall dan Hotel Ibis ke Pemda DIY.


Penjualan Mobil di Cina Agustus 2022 Tembus 1,87 Juta Unit

28 hari lalu

Penjualan Mobil di Cina Agustus 2022 Tembus 1,87 Juta Unit

Penjualan mobil ramah lingkungan di Cina, termasuk mobil listrik, Agustus lalu mencapai 529 ribu unit.


Jokowi Minta Ekonom Berpikir Bak Kancil yang Melompat-lompat

30 hari lalu

Jokowi Minta Ekonom Berpikir Bak Kancil yang Melompat-lompat

"Karena keadaan tidak normal, dibutuhkan pemikiran yang Abunawas, yang kancil-kancil gitu, agak melompat-lompat," kata Jokowi kepada para ekonom.


Gubernur BI Usul Gerakan Meronda Inflasi untuk Lindungi Rakyat, Apa Maksudnya?

33 hari lalu

Gubernur BI Usul Gerakan Meronda Inflasi untuk Lindungi Rakyat, Apa Maksudnya?

Gubernur Bank Indonesia atau BI, Perry Warjiyo menilai pentingnya gerakan secara nasional untuk pengendalian inflasi pangan.


Harga Minyak Dunia Anjlok Jadi USD 86,61 per Barel, Dipicu Sentimen Apa Saja?

35 hari lalu

Harga Minyak Dunia Anjlok Jadi USD 86,61 per Barel, Dipicu Sentimen Apa Saja?

Harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, turun US$ 2,94 atau 3,3 persen menjadi US$ 86,61 per barel.


Covid-19, Aktivitas Warga Shenzhen Dibatasi

35 hari lalu

Covid-19, Aktivitas Warga Shenzhen Dibatasi

Sejumlah area di Shenzhen memutuskan memperpanjang pembatasan aktivitas warga demi meredam wabah Covid-19.


Kota Chengdu di Cina Lockdown

35 hari lalu

Kota Chengdu di Cina Lockdown

Warga Chengdu harus menjalani lockodown. Kasus Covid-19 di sana ada 157 kasus.