Jokowi Perintahkan Kepala Daerah Awasi Ketat Warganya yang Mudik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendengarkan pidato dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz saat mengikuti forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis, 26 Maret 2020. Dalam KTT Luar Biasa tersebut, ada beberapa hal yang menjadi kesepakatan bersama, salah satunya seluruh negara akan patungan membuat vaksin virus Corona.  ANTARA/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendengarkan pidato dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz saat mengikuti forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis, 26 Maret 2020. Dalam KTT Luar Biasa tersebut, ada beberapa hal yang menjadi kesepakatan bersama, salah satunya seluruh negara akan patungan membuat vaksin virus Corona. ANTARA/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Kepala Daerah agar secara serius mengawasi warganya yang telah terlanjur mudik ke kampung halaman. "Saya meminta Gubernur, bupati, dan walikota, meningkatkan pengawasannya. Pengawasan di wilayah masing-masing sangat penting," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas membahas antisipasi mudik lebaran 2020, yang digelar lewat video conference, Senin, 30 Maret 2020.

    Menurut Jokowi, pengawasan ini perlu dilakukan untuk memastikan tak ada perluasan virus Corona ke daerah. Jokowi mengaku telah menerima laporan bahwa beberapa kepala daerah sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mulai di desa maupun di kelurahan bagi pada pemudik.

    Jokowi memuji langkah-langkah tersebut sebagai inisiatif yang bagus. Namun ia juga mengingatkan bahwa protokol itu harus dilakukan secara terukur. "Jangan sampai menimbulkan langkah-langkah penyaringan atau screening yang berlebihan bagi pemudik yang terlanjur pulang kampung."

    Presiden meminta protokol kesehatan yang diterapkan harus mampu memastikan bahwa kesehatan para pemudik itu betul-betul memberikan keselamatan bagi penduduk di desa.

    Jokowi mengatakan aktivitas mudik terpantau sudah dimulai sejak beberapa hari belakangan. Ia mengatakan selama 8 hari terakhir ini tercatat ada 876 armada bus antar provinsi yang membawa kurang lebih 14 ribu penumpang dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY. "Ini belum dihitung arus mudik dini yang menggunakan transportasi massal lainnya, misal kerta api atau kapal, dan angkutan udara, serta menggunakan mobil pribadi," kata Jokowi.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.