Saat Wabah Corona, Puluhan Ribu Perantau Pulang ke Kuningan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang bersiap menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020. Sejumlah perantau masih terlihat menumpang bus AKAP untuk keluar dari kota Jakarta. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Calon penumpang bersiap menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020. Sejumlah perantau masih terlihat menumpang bus AKAP untuk keluar dari kota Jakarta. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Kuningan - Dalam tiga hari terakhir, ada sekitar dua puluh ribu perantau yang masuk ke Kuningan, Jawa Barat. Hingga hari ini pukul 08.00 WIB, data di Pos Sampora perbatasan Kuningan-Cirebon, tercatat lebih dari 17 ribu orang masuk menggunakan kendaraan umum seperti bus, travel dan kendaraan pribadi.

    Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin mengatakan pada Jumat lalu, ada 5.000 orang pemudik yang datang dari Jabodetabek. Mereka diperiksa kesehatannya dan disemprot disinfektan.

    Hari berikutnya, ada 7.000 orang dan pada Ahad kemarin, tercatat ada sekitar 5.000 orang lebih yang datang. Di lima pos lain pun tercatat ada sekitar 3.000 orang yang masuk sehingga total pemudik yang tercatat masuk sebanyak 20 ribu orang 

    “Data sebelumnya tidak tercatat, bisa jadi sudah ada 50.000 perantau yang mudik ke Kuningan,” kata Agus kepada Tempo, Senin, 30 Maret 2020.

    Agus mengatakan, pemeriksaan penumpang di Kuningan akan terus dilakukan selama status darurat penyebaran virus Corona berlaku.

    Pemerintah pun menurunkan tim gabungan dari Dinas Kesehatan, BPBD, Polisi, TNI, Satpol PP dan relawan di batas kota untuk memantau kesatangan pemudik. Selain itu, aparat desa sampai kepala dusun se-Kabupaten Kuningan diinstruksikan mendata para pemudik.

    "Jadi mereka yang sudah diperiksa di Pos Sampora, pemudik juga harus laporan ke desa setempat untuk diperiksa ulang," kata Agus 

    Dari oantauan Tempo di desa Ciawigebang, sejak Ahad kemarin hingga Senin siang, sudah ada 80 orang yang diperiksa ulang kesehatannya dan mengisi data. Mereka diperiksa oleh tim medis di Balaidesa Ciawigebang.

    Menurut Kepala Urusan Umum Desa Ciawigebang, Aris Sutisna, setiap hari ada saja warga yang melapor ada perantau datang. Mereka pun diperintahkan dicek kesehatannya. “Banyak dari mereka isolasi mandiri sesuai anjuran pemerintah, dan belum diperiksa kembali, jumlah bisa jadi ada sekitar 500 orang,” kata dia.

    Di tempat terpisah, Kepala RSUD 45 Kuningan, Deky Saefullah mengingatkan warga jika tidak ada kepentingan, sebaiknya tidak berkeliaran di luar rumah untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Bagi perantau yang datang dari zona merah, diminta segera melapor ke petugas kesehatan setempat sehingga bisa langsung di rujuk ke rumah sakit untuk diperiksa. “Kami sudah sangat kewalahan, apabila warga tidak mengindahkan imbauan pemerintah, dengan berat hati kami tunggu di ruang ICU,” kata Deky.

    Sejak dulu, warga Kuningan dikenal sebagai perantau di daerah Jabodetabek. Mereka banyak yang bekerja di kantor pemerintah dan berjualan. Berdasarkan data Pemkab Kuningan pada 2015, ada sekitar 270.000 warga Kuningan merantau di berbagai daerah.

    Adapun di Kuningan, jumlah pasien positif Corona berjumlah satu orang. Dengan pasien dalam pengawasan sebanyak empat orang dan 250 orang dalam pemantauan. Sebanyak 100 orang ODP hasilnya negatif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.