Mahasiswa Malang Asal Jakarta Positif Corona

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter mengambil sampel darah mahasiswa asal Aceh, Zamzami (kanan) sesampainya dari Hongkong saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Rabu, 29 Januari 2020. Ia menjalani pemeriksaan kesehatan setibanya di Aceh guna mengantisipasi penyeberan virus Corona. ANTARA/Ampelsa

    Dokter mengambil sampel darah mahasiswa asal Aceh, Zamzami (kanan) sesampainya dari Hongkong saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Rabu, 29 Januari 2020. Ia menjalani pemeriksaan kesehatan setibanya di Aceh guna mengantisipasi penyeberan virus Corona. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO, Malang - Seorang mahasiswa asal Jakarta dinyatakan positif Corona setelah mengalami sejumlah gejala klinis. Mahasiswa laki-laki itu telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Panti Waluyo sejak 20 Maret 2020.

    "Hasil pemeriksaan dinyatakan positif," kata Juru bicara Pemerintah Kota Malang dan Satgas Covid-19 Kota Malang, Nur Widianto, Senin, 30 Maret 2020.

    Mahasiswa itu, kata Widianto, diketahui telah menempuh perjalanan dari Jakarta. Namun pasien tak pernah memiliki riwayat kontak dan terkait dengan pasien positif Corona. "Pasien berasal dari Jakarta, menempuh pendidikan di Malang dan kos di sini," ujarnya.

    Untuk itu, Wali Kota Malang melalui juru bicara Pemerintah Kota Malang meminta masyarakat tak beraktivitas di luar rumah serta menerapkan jaga jarak dan menjaga kebersihan diri. Upaya tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi penularan Corona menyebar makin luas.

    Selain itu, Widianto mengimbau agar warga tak keluar atau masuk Malang.

    Meski begitu, Widianto bersyukur tiga pasien positif Corona di Malang sembuh total. "Namun tetap dipantau ketat dan diisolasi mandiri di rumah," kata dia.

    Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Malang, ada sebanyak 165 Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang terdiri atas 99 dipantau dan 66 telah melewati masa pemantauan. Adapun Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 16 orang dan sembilan di antaranya masih dirawat di rumah sakit rujukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.