Jokowi: Mudik Lebaran 2020 Berisiko Perluas Sebarkan Virus Corona

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menterinya untuk membahas antisipasi mudik lebaran 2020, yang digelar melalui video conference, Senin, 30 Maret 2020. Jokowi mengatakan bahwa mudik sangat berisiko memperluas sebaran virus Corona atau Covod-19, yang sedang menyerang Indonesia.

    "Di tengah merebaknya pandemi Covid-19, adanya mobilitas orang yang sebesar itu sangat berisiko memperluas penyebaran Covid-19," kata Jokowi dalam pengantar pembuka rapat.

    Jokowi mengatakan pada arus mudik 2019, tercatat pergerakan kurang lebih 19,5 juta orang ke seluruh wilayah Indonesia. Ia menegaskan angka ini sangat besar dan berpotensi memperluas sebaran virus ini. Khususnya, dari wilayah Jabodetabek ke wilayah Indonesia lain.

    Apalagi, Jokowi mengatakan sejak DKI Jakarta menetapkan status tanggap darurat virus Corona, yang mengharuskan kerja, belajar, dan ibadah di rumah, banyak warga yang memutuskan mudik lebih cepat. Hal ini khususnya dilakukan oleh pekerja informal, yang kehilangan pemasukan setelah status itu diterapkan. "Selama 8 hari terakhir ini tercatat 876 armada bus antar provinsi yang membawa kurang lebih 14 ribu penumpang dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY."

    Jokowi menegaskan bahwa pembatasan mudik Lebaran 2020 harus dilakukan untuk mencegah meluasnya virus Corona. Ia mengatakan hal ini yang menjadi fokus utama dalam rapat terbatas. "Fokus kita saat ini adalah mencegah meluasnya Covid-19. Dengan mengurangi atau membatasi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain," kata Jokowi.


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.