Dua Kasus Baru Positif Corona di Lumajang, Satu Pulang Umrah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas petugas berpakaian APD di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020. Pasien yang dirawat di RS ini terdiri dari 86 Pria dan 58 Wanita, sebanyak 9 pasien di antaranya dinyatakan positif corona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Aktivitas petugas berpakaian APD di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020. Pasien yang dirawat di RS ini terdiri dari 86 Pria dan 58 Wanita, sebanyak 9 pasien di antaranya dinyatakan positif corona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Lumajang - Kasus positif Corona di Kabupaten Lumajang bertambah dua pada Ahad, 29 Maret 2020. Dengan bertambahnya dua kasus baru itu, total ada tiga orang warga Lumajang yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus yang sudah menjadi pandemi itu.

    Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan dua orang yang positif terinfeksi Corona ini adalah AZ, 26 tahun, warga Kecamatan Randuagung dan MI, 55 tahun, warga Kecamatan Sukodono.

    "AZ pulang dari Jakarta pada 17 Maret 2020 dan mengalami gejala beberapa sakit yang mengarah pada virus Corona dan masuk rumah sakit pada 19 Maret 2020," ujar Thoriq dalam konferensi pers di Kantor Bupati, Ahad malam.

    Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, secara klinis dia dinyatakan sembuh. "Batuknya sembuh, demamnya sembuh dan dinyatakan sembuh secara klinis itu pada 21 Maret 2020. Dan yang bersangkutan saat ini dalam proses isolasi," kata Thoriq. Status AZ sendiri sebelumnya adalah orang dalam pemantauan (ODP).

    Sementara MI adalah pasien dalam pengawasan (PDP). Menurut Thoriq, MI ini memiliki riwayat pulang dari umrah dan sempat dirujuk ke RS Saiful Anwar pada 20 Maret 2020.

    "Dinyatakan secara klinis membaik oleh RSSA, dan diperkenankan untuk melakukan isolasi pada 25 Maret 2020," kata Thoriq. MI melakukan perjalanan umrah dengan menggunakan travel umrah dari Kabupaten Banyuwangi.

    MI berada dalam satu rombongan jemaah dengan PDP berinisial S yang telah meninggal pada Jumat, 20 Maret 2020. "Itu artinya, memungkinkan secara perlakuan keriwayatan secara medis bahwa S, dimungkinkan untuk juga dalam status positif Corona, Tetapi S belum dilakukan pemeriksaan swab maupun rapid test," kata Thoriq.

    Pada Jumat, 27 Maret 2020, Bupati Lumajang juga mengumumkan bahwa ada satu orang lelaki warga Kecamatan Kedungjajang terkonfirmasi positif Corona. Orang pertama di Kabupaten Lumajang yang terkonfirmasi positif itu usai melakukan ibadah umrah dengan menggunakan travel dari Lumajang.

    Thoriq mengatakan orang yang positif Corona itu kini harus menjalani isolasi sesuai dengan prosedur penanganan orang yang positif virus yang berasal dari Wuhan iru Tidak hanya orang yang positif saja yang harus melakukan isolasi, tetapi juga orang-orang yang memiliki kontak dekat dengan orang yang terinfeksi Corona.

    Thoriq mengatakan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memantau proses isolasi untuk mencegah penyebaran virus Corona. Data Gugus Tugas menyebutkan saat ini ada 104 ODP, 8 PDP dan 3 positif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.