Viral Hirup Uap Panas Bunuh Corona, Dokter: Tidak Bermanfaat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Virus Corona (123rf.com)

    Ilustrasi Virus Corona (123rf.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Eka Ginanjar, mengatakan belum ada penelitian yang bisa mengkonfirmasi bahwa menghirup uap air panas bisa membunuh virus Corona.

    "Karena virus ini ada di dalam sel tubuh, walau masuknya memang lewat percikan atau droplet, yang kemudian masuk ke sistem pernafasan," ujar Eka saat dihubungi Tempo, Ahad, 29 Maret 2020.  

    Saat ini, warga net atau netizen sedang heboh membahas tips membunuh virus Corona dengan menghirup uap air panas. Dari video yang beredar, langkah ini disebut-sebut sebagai tips kesehatan dari Cina.

    Eka mengatakan tindakan tersebut tidak bermanfaat. Menurut dokter spesialis penyakit dalam atau internis itu, belum ada penelitian kesehatan secara resmi yang bisa membuktikan apakah menghirup uap air panas dapat membunuh virus Corona. Sampai saat ini pun belum ada metode yang resmi untuk melakukan penelitian tersebut.

    Eka justru mengkhawatirkan ketika masyarakat malah menggagap tips di media sosial tersebut efektif untuk membunuh virus Corona. Bisa saja terjadi masyarakat tidak lagi melakukan hal yang penting, yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.