Rapat Karantina Wilayah, Polisi Simulasi Tutup Ruas Jalan Ini

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Argo Yuwono melakukan konferensi pers terkait tersangka penyiraman penyidik senior KPK, Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019.  Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Argo Yuwono melakukan konferensi pers terkait tersangka penyiraman penyidik senior KPK, Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019. Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya bakal menggelar simulasi karantina wilayah di DKI Jakarta pada Senin, 29 Maret 2020. Dalam rapat itu, bakal ada simulasi penutupan sejumlah ruas jalan.

    Rencana simulasi itu tertuang dalam surat telegram Kapolda Metro Jaya bernomor ST/414/III/OPS.2/2020 tertanggal 28 Maret 2020. Hal tersebut pun dibenarkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono.

    "Tapi itu baru akan dipaparkan dalam rapat koordinasi yang rencananya digelar Senin besok, 30 Maret," ucap Argo saat dihubungi pada Ahad, 29 Maret 2020. Ia juga belum bisa mengatakan lebih jauh apakah simulasi itu juga akan dilakukan oleh Kepolisian Daerah lainnya.

    Dalam telegram itu, kepolisian bakal menutup jalan atau mengalihkan arus kendaraan yang akan keluar dan masuk ke Jakarta. Jalur yang akan ditutup pun merupakan jalur arteri dan jalur desa atau perkampungan atau jalur kecil.

    "Juga penutupan jalan atau jalur tol yang keluar atau masuk ke Jakarta. Pengamanan dilaksanakan oleh personel Polda Metro Jaya bersama TNI dan Jasa Marga," demikian bunyi salah satu kutipan telegram itu.

    Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus menyebut simulasi itu dilakukan sebagai persiapan jika nantinya karantina benar akan diterapkan oleh pemerintah.

    "Jadi kami latihan simulasi situasi sekarang ini. Kami minta data di masing wilayah, kumpulkan, rapatkan dibikin pelatihan bersama. Jadi besok-besok apapun yang terjadi, sudah siap," ucap Yusri saat dikonfirmasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.