SBY Tes Corona, Andi Arief Sebut Hasilnya Negatif

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo di Ruang Garuda, Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019. Pertemuan dilakukan di tengah isu Demokrat menyatakan siap mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Meskipun, PDIP telah mengutarakan sinyal penolakan ada parpol di luar koalisi Jokowi-Ma'ruf yang gabung usai Pilpres 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo di Ruang Garuda, Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019. Pertemuan dilakukan di tengah isu Demokrat menyatakan siap mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Meskipun, PDIP telah mengutarakan sinyal penolakan ada parpol di luar koalisi Jokowi-Ma'ruf yang gabung usai Pilpres 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menjalani tes swab Covid-19. Menurut politikus Partai Demokrat Andi Arief mengatakan hasil tes tersebut menunjukkan SBY negatif corona.

    "Alhamdulillah, hasil swab test corona Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, presiden keenam RI negatif," kata Andi melalui pesan singkat, Ahad, 29 Maret 2020.

    SBY menjalani tes swab lantaran sebelumnya berada di satu lokasi dengan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Keduanya sama-sama hadir di Kongres V Demokrat di JCC Senayan pada 15 Maret lalu.

    "Semoga Pak SBY selalu diberikan kesehatan, juga buat kita semua terutama yang hadir di Kongres V Partai Demokrat," kata Andi.

    Andi Arief sebelumnya mengatakan, Cellica merupakan salah satu anggota Majelis Tinggi partai mercy. Cellica hadir acara kongres Partai Demokrat sebagai pimpinan sidang.

    Cellica, kata Andi, memimpin sidang bersama sejumlah politikus Demokrat. Seperti EE Mangindaan, Syarief Hasan, dan Benny K. Harman. Pimpinan sidang lainnya adalah Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

    "Setelah Ibu Cellica dinyatakan positif Covid-19, semua kader yang berinteraksi diwajibkan memeriksakan diri," ujar Andi Arief pada Selasa, 24 Maret lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.