Pemkot Mataram Terapkan Jam Malam untuk Cegah Corona

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    TEMPO.CO, Mataram - Pemerintah Kota Mataram memberlakukan jam malam terhitung mulai Sabtu, 28 Maret 2020, pukul 22.00 WITA. Kebijakan ini diambil untuk meminimalkan penyebaran virus corona.

    ''Daripada berhadapan dengan wabah maka diberlakukan jam malam,'' kata Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Martawang, Sabtu, 28 Maret 2020.

    Dalam jam malam ini, lampu penerang di ruang publik akan dimatikan. Petugas akan melakukan pemantauan serta menertibkan jika masih ada masyarakat yang berkerumun di luar rumah.

    Selain itu, semua tempat hiburan harus tutup dan akan dilakukan pemantauan oleh personel Polri dan TNI. "Bila perlu mengaktifkan Siskamling dan social distancing. Juga screening kepada pendatang dari luar,'' ujar Martawang.

    Dalam surat edarannya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, Bayu Pancapati, meminta pengusaha di wilayah Kota Mataram bekerja sama dalam kebijakan jam malam ini. Ini terkait situasi penyebaran virus corona di kota tersebut. "Hal ini kami laksanakan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang sudah cukup meresahkan,'' kata Bayu.

    Pada Jumat kemarin, seorang warga Kota Mataram meninggal. Pasien itu menjalani perawatan selama tiga hari setelah pulang dari Jakarta. Walaupun belum ada hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan pada 26 Maret 2020, namun jenazahnya sudah diperlakukan seperti layaknya pengidap virus tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.