Positif Corona, Politikus PDIP Jawa Barat Meninggal

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis melakukan simulasi penanganan pasien terjangkit virus corona di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 6 Maret 2020. ANTARA

    Petugas medis melakukan simulasi penanganan pasien terjangkit virus corona di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 6 Maret 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Barat Gatot Tjahyono meninggal pada Jumat malam, 27 Maret 2020. Meski tak gamblang menyebut identitas, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, dalam pengumumannya, menyebut pasien yang meninggal tersebut seorang lelaki berstatus dalam pengawasan (PDP) berusia 57 tahun yang belakangan positif Corona.

    Pihak keluarga menyebut Gatot wafat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pada pukul 22.08 WIB. Lewat akun Instagramnya, Adyesa Kevindra Albari, wakil dari keluarga Gatot Tjahyono, mengatakan awalnya keluarga menduga Gatot tipes atau demam berdarah dengue sehingga dibawa ke Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung.

    Kondisi politikus kelahiran Bandung 19 Juni 1962 itu selama perawatan di rumah sakit berangsur membaik. Trombosit naik, nafsu makan membaik, namun demamnya tidak turun turun. “Akhirnya kami melakukan CT Scan dan mendapatkan diagnosa bahwa kemungkinan ayah kami mendapatkan wabah Covid-19,” katanya pada Jumat, 28 Maret 2020. Tempo sudah mendapat izin mengutip Instagram dia.

    Setelah berdiskusi dengan banyak pihak, keluarga kemudian memutuskan Gatot dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. “Selama masa-masa berat itu, almarhum memang punya semangat pejuang yang luar biasa,” ujar Adyesa.

    Gatot sempat setop jantung dua kali, dan dua kali pula keluarga mendapatkan berita Gatot telah berpulang. “Pemakaman sudah dilakukan tadi malam (Sabtu) jam 03.00 di tempat pemakaman keluarga,” kata dia.

    Pihak keluarga juga menurut Adyesa langsung melakukan tes cepat COVID-19 oleh Dinas Kesehatan Jawa Barat. “Hasilnya di dalam keluarga kami ada yang positif dan ada yang negatif,” ujarnya.

    Berdasarkan anjuran dokter spesialis, keluarga langsung melakukan isolasi mandiri di rumah. Sekarang ada yang telah melewati masa inkubasi dua minggu ada yang sepekan lebih. “Kami sekeluarga tidak mendapatkan gejala-gejala yang berarti,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.