Antisipasi Wabah Corona, Sumedang Isolasi Pemudik dari Jakarta

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Bandung- Pemerintah kabupaten Sumedang memberlakukan isolasi kewilayahan di semua kecamatannya untuk mengantisipasi sebaran virus Corona akibat kedatangan pemudik dari Jakarta. Isolasi kewilayahan ini lebih banyak menyasar ke kawasan yang banyak pemudik. “Kami betul-betul awasi, di pantau supaya mereka tidak keluar rumah,” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir pada Tempo, Jumat, 27 Maret 2020.

    Keputusan mengisolasi wilayah dituangkannya dalam Surat Bupati Sumedang tanggal 23 Maret 2020, yang ditujukan pada semua camat. Surat itu juga menyertakan panduan.  

    Isolasi lokal kewilayahan di seluruh kecamatan ala Sumedang itu dilakukan dengan melakukan pembatasan interaksi fisik bagi semua penduduk yang berisiko terpapar virus Corona atau Covid-19. Di antaranya memberlakukan isolasi mandiri, berikut pengawasannya. Objeknya adalah semua warga yang  baru tiba dari daerah yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19, terutama yang berasal dari DKI Jakarta.

    Pemudik langsung mendapat status Orang Dalam Pemantaun (ODP), dan wajib mengisolasi diri di rumahnya masing-masing selama 14 hari. Mereka diwajibkan mengisi formulir isian mengenai perkembangan kesehatannya masing-masing. Petugas kesehatan berikut perangkat pemerintah mulai dari RT, RW, Kepala Desa, hingga Camat, termasuk aparat TNI dan Polri di wilayah itu, diwajibkan memantau dan mengawasi untuk memastikan mereka yang berstatus ODP melaksanakan isolasi mandiri.

    Jika kondisi kesehatan mulai menunjukkan gejala mirip Covid-19, ODP yang tengah mengisolasi diri diminta menghubungi telepon 119. Petugas kesehatan akan mendatangi, dan jika perlu mengantarnya ke rumah sakit. “Petugas medis, Forkopincam dan desa, untuk betul-betul mengawasi para pendatang itu, supaya disiplin dia isolasi di rumahnya secara mandiri selama 14 hari dengan pengawasan ketat kami,” kata Dony.

    Dony mengatakan, keputusan itu di ambil setelah mendapati lonjakan jumlah pemudik yang datang ke Sumedang berbarengan dengan pemberlakuan pembatasan sosial di DKI. “Ketika Jakarta libur 14 hari, mereka pulang ke Sumedang, ini mencapai 1.800 orang,” kata dia. 

    Keputusan Isolasi Lokal Wilayah diambil setelah Dony berembuk dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, yang di antaranya beranggotakan Kapolres dan Dandim Sumedang. Pada 22 Maret, jumlah pemudik yang langsung dipetakan sebagai orang dalam pengawasan atau ODP Corona atau Covid-19 sudah menembus 800 orang. “Kami lakukan isolasi lokal kewilayahan.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.