Jumlah ODP Berkurang, Pemkot Semarang Siapkan Sembako Gratis

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi siapkan sembako gratis untuk masyarakat yang mengalami persoalan penghasilan karena tekanan ekonomi di tengah isu penyebaran virus corona.

    Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi siapkan sembako gratis untuk masyarakat yang mengalami persoalan penghasilan karena tekanan ekonomi di tengah isu penyebaran virus corona.

    INFO NASIONAL — Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, terus berupaya untuk dapat mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di kota yang dipimipinnya. Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu pun berupaya agar warganya yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) tidak berinteraksi dengan banyak orang, minimal selama 14 hari.
     
    Salah satu upayanya adalah memenuhi kebutuhan ODP selama masa karantina diri, dengan mengirimkan sembako gratis. Tak hanya itu, sembako gratis juga disiapkan Pemkot Semarang untuk masyarakat yang mengalami persoalan penghasilan karena tekanan ekonomi di tengah isu penyebaran virus corona di Indonesia. 
     
    Disebutkan oleh Hendi bahwa data masyarakat yang akan mendapatkan sembako gratis mengacu pada data ODP dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, juga data warga yang membutuhkan dari seluruh lurah di Kota Semarang.
     
    "Ada dua prioritas penerima sembako gratis ini, pertama masyarakat yang dikarantina karena masuk kategori ODP sehingga tidak boleh keluar rumah. Prioritas kedua adalah warga yang kesulitan tidak dapat bekerja, karena usaha sepi, kemudian ekonomi menjadi sulit, akan didata oleh lurah, diteruskan ke camat, dilaporkan ke posko," kata Wali Kota Semarang.
     
    Sementara itu Hendi juga mengungkapkan jika tidak sedikit sembako yang disiapkan juga berasal dari banyak stakeholder di Kota Semarang. "Pada posko kita yang ada di Pusat Informasi Publik Balaikota Semarang, banyak stakeholder yang memiliki kepedulian juga membantu, ada yang drop telur, minyak goreng, mie instan, dan seterusnya," tutur Hendi.
     
    "Persoalan Covid-19 ini bukan hanya mengenai medis, tapi juga bagaimana warga yang terkena dampak ekonomi juga bisa mendapatkan support, sehingga harapannya semakin banyak yang ikut peduli," ujarnya.
     
    Di sisi lain, Hendi memaparkan jika jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Semarang mulai berkurang, di mana sesuai data resmi yang ada diSiagaCorona.SemarangKota.go.id, juga ODP dari yang sebelumnya berjumlah 1.309 turun menjadi 776 ODP per 27 Maret 2019.
     
    "Ada sebagian yang semula masuk kategori ODP sudah lewat masa 14 hari, mereka tetap dalam kondisi sehat dan tidak ada permasalahan apapun," kata Hendi.
     
    "Sisanya terus kita pantau agar tidak beraktifitas di luar rumah, kalau dalam pemantauan menunjukkan memiliki masalah kesehatan akan langsung kita lakukan isolasi," tuturnya. (*)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.