Pasien Kasus Corona Asal Cianjur Meninggal di Wisma Atlet Jakarta

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berpakaian APD beraktivitas di dekat mobil ambulans di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020. Sebanyak 41 orang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 94 orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas berpakaian APD beraktivitas di dekat mobil ambulans di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020. Sebanyak 41 orang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 94 orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Cianjur - Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kasus corona asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang dirujuk ke Jakarta, meninggal. Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur pun masih menunggu hasil uji labolatorium pasien tersebut.

    Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan, pasien PDP yang meninggal dunia tersebut merupakan salah satu dari dua pasien PDP yang dirujuk ke Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Jakarta.

    Pasien remaja perempuan itu sudah dirujuk ke RS Darurat Penanganan Covidd-19 Wisma Atlet Jakarta pada Rabu siang, 25 Maret 2020. Namun saat menjelang malam, kondisi kesehatannya menurun.

    "Kondisi yang menurun membuat pasien itu dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Jakarta. Tetapi dalam perjalanan pasien tersebut meninggal dunia," ujar Yusman saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat, 26 Maret 2020.

    Yusman mengatakan, awalnya jenazah pasien PDP itu akan dikuburkan di pemakaman khusus di Jakarta. Tetapi pihak keluarga terus berusaha agar jenazah dimakamkan di lingkungan rumah, hingga melakukan lobi melalui pihak Rumah Sakit Umum Daerah Cimacan, Cianjur.

    "Harusnya tidak boleh, meskipun itu baru PDP. Tapi pada akhirnya bisa dipulangkan dengan catatan peti jenazah tidak dibuka dan langsung dimakamkan," kata Yusman.

    Dia mengakui proses pemulangan dan pemakaman sempat menimbulkan kepanikan akibat kesalahpahaman. Padahal status pasien tersebut masih PDP. Hasil labolatorium pun masih berproses.

    Yusman juga menyebutkan, secara kasat mata pasien PDP tersebut kemungkinan memiliki penyakit lain dan meninggal dunia bukan karena terpapar Covid-19.

    "Belum ada hasilnya, masih proses. Jadi warga tidak perlu panik dan jangan termakan hoaks, diharapkan tetap tenang. Pasien itu statusnya PDP. Kita tunggu hasil labnya seperti apa," kata dia.

    Yusman menambahkan, saat ini masih ada satu pasien PDP asal Cianjur yang dirawat di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet. "Kondisinya masih baik, tidak menunjukan penurunan kondisi kesehatan," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.