KPK Didesak Telusuri Pembelian Apartemen di SCBD Terkait Nurhadi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia, Boyamin Saiman, menunjukkan dua buah iPhone 11 untuk pemberi informasi keberadaan DPO KPK Harun Masiku dan Nurhadi, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020. Kedua ponsel tersebut akan dititipkan kepada KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia, Boyamin Saiman, menunjukkan dua buah iPhone 11 untuk pemberi informasi keberadaan DPO KPK Harun Masiku dan Nurhadi, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020. Kedua ponsel tersebut akan dititipkan kepada KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Antikorupsi Indonesia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi menelusuri dugaan pembelian unit Apartemen di kawasan Soedirman Central Business District (SCBD) oleh Tin Zuraida, istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. Menurut MAKI, pembelian tersebut dapat memberi petunjuk kepada KPK mengenai lokasi persembunyian buronan kasus korupsi tersebut.

    “Sehingga dapat mencari jejak-jejak keberadaan Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, lewat keterangan tertulis, Jumat, 27 Maret 2020.

    Boyamin mengatakan telah memperoleh salinan dokumen kwitansi jual-beli ketiga apartemen tersebut. Kwitansi itu diduga merupakan pembayaran cicilan unit apartemen di Jalan Senopati, Jakarta Selatan oleh Tin Zuraida.

    Ketiga dokumen kwitansi yang diperlihatkan kepada Tempo bertanggal 31 Januari 2014. Kwitansi menunjukan tranfer duit dari rekening BCA sebanyak Rp 250 juta, Rp 112,5 juta dan Rp 114,584 juta. Boyamin mengatakan telah menyerahkan dokumen tersebut ke KPK melalui surat elektronik.

    “Dengan makin banyaknya data yang kami berikan semoga memudahkan KPK menangkap Nurhadi,” kata dia. MAKI juga berharap dokumen tersebut bisa dipakai KPK untuk menelusuri aset-aset yang dimiliki Nurhadi dan mendorong penggunaan pasal pencucian uang dalam kasus ini.

    Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono serta Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto sudah buron hampir 3 bulan sejak ditetapkan menjadi tersangka pengaturan perkara di MA. KPK telah menggeledah sejumlah lokasi di Jakarta, Surabaya dan Tulungagung untuk mencari keberadaan tersangka, namun hasilnya nihil.

    Pegiat antikorupsi Haris Azhar dan Boyamin pernah menyebut bahwa Nurhadi dan menantunya diduga tinggal di sebuah apartemen di SCBD. Haris mengatakan Nurhadi mendapatkan pengamanan. KPK belum mengkonfirmasi apakah sudah menggeledah tempat yang disebutkan oleh Boyamin dan Haris tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara