Positif Corona, Staf Khusus: Kondisi Pak Budi Karya Membaik

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menhub Budi Karya Sumadi menjawab pertanyaan media mengenai pengecekan kesehatan penumpang di bandara terkait corona usai mengikuti Rapat di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020. Sementara ini tugas Menhub digantikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan. Instagram/@Sekretaris.kabinet

    Menhub Budi Karya Sumadi menjawab pertanyaan media mengenai pengecekan kesehatan penumpang di bandara terkait corona usai mengikuti Rapat di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020. Sementara ini tugas Menhub digantikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan. Instagram/@Sekretaris.kabinet

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan kondisi kesehatan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah semakin membaik. Budi Karya dinyatakan positif terjangkit virus Corona pada 14 Maret 2020

    "Pak Budi Karya sudah jauh membaik. Semua alat bantu sudah dilepas dan beliau sudah bisa berkomunikasi," ujar Adita saat dihubungi Tempo, Jumat, 27 Maret 2020.

     Kondisinya dikabarkan sempat memburuk yang mengharuskannya menggunakan alat bantu. Ia dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

    Ia menjadi pejabat pertama di Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, yang terpapar oleh virus ini. 

    Di Kementerian Perhubungan, Budi Karya bukan satu-satunya pejabat yang terpapar. Belakangan, dipastikan Direktur Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, juga dinyatakan positif Corona. Adita juga memastikan saat ini, Zulfikri dalam kondisi baik-baik saja.

    "Pak Zulfikri meskipun positif dalam kondisi sehat dan sekarang karantina mandiri di rumah," kata Adita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.