Pemerintah Pusat Punya Cadangan 19 Ribu APD untuk Tenaga Medis

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membuat alat perlindungan diri (APD) untuk tenaga medis di Pusat Industri Kecil, Penggilingan, Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020. Pakaian untuk alat perlindungan diri tersebut dibuat dalam dua tipe. ANTARA/Galih Pradipta

    Pekerja membuat alat perlindungan diri (APD) untuk tenaga medis di Pusat Industri Kecil, Penggilingan, Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020. Pakaian untuk alat perlindungan diri tersebut dibuat dalam dua tipe. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Paban IV/Operasi Dalam Negeri Staf Operasi TNI, Kolonel Aditya Nindra Pasha, mengatakan saat ini ada 19 ribu cadangan alat pelindung diri (APD) yang dipegang Pemerintah Pusat. 

    "APD untuk tenaga medis sudah mulai didistribusikan ke daerah yang membutuhkan, sedangkan cadangan stok di pusat ada 19 ribu APD," kata Aditya saat jumpa pers di Graha BNPB, Jumat, 27 Maret 2020.

    Aditya mengatakan distribusi APD untuk tenaga medis yang menangani pasien Corona terus dilakukan oleh pusat. 

    Sebelumnya, Provinsi Jawa Tengah menerima 10 ribu alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis yang menangani Corona dari Pemerintah Pusat. APD tersebut didistribusikan ke 61 rumah sakit di wilayah Jawa Tengah.

    Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebutkan, proses pembagian dilakukan di Wisma Perdamaian yang berfungsi sebagai gudang logistik. "Dari semalam sudah kami bagi. Semua daftar rumah sakit sudah ada," katanya di Wisma Perdamaian, Selasa, 24 Maret 2020.
     
    APD tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Cina yang tiba di Indonesia pada Senin, 23 Maret 2020. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memerintahkan TNI untuk mengambil alat pelindung diri tersebut langsung di Cina.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara