9 Saksi Kasus Suap Wali Kota Medan Tak Hadir karena ODP Corona

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2019. KPK menahan Tengku Dzulmi Eldin karena terlibat dalam kasus dugaan penerimaan suap proyek dan jabatan oleh Walikota Medan 2014-2015 dan 2016-2021 serta menyita barang bukti uang sebesar Rp200 juta. ANTARA

    Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2019. KPK menahan Tengku Dzulmi Eldin karena terlibat dalam kasus dugaan penerimaan suap proyek dan jabatan oleh Walikota Medan 2014-2015 dan 2016-2021 serta menyita barang bukti uang sebesar Rp200 juta. ANTARA

    TEMPO.CO, Medan-Ketua majelis hakim kasus suap Wali Kota Medan nonaktif Dzulmi Eldin, Abdul Aziz, hanya membuka persidangan sekejap di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Kamis, 26 Maret 2020. Sebab, sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ini tidak dihadiri para saksi.

    Sidang pun ditunda dan akan dibuka kembali pada 6 April 2020 mendatang. Aziz menawarkan kalau memungkinkan sidang dilakukan dengan telekonferensi dengan terdakwa berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Tanjung Gusta Medan.

    "Apa yang terjadi di 6 April 2020 nanti, tidak ada yang tahu. Terpenting, perkara terdakwa tetap berjalan di pengadilan. Untuk sidang teleconference, perlu kerjasama semua pihak supaya lancar. Kita lihat situasinya nanti, semoga wabah virus ini cepat berakhir dan kita semua sehat-sehat," kata Aziz sambil mengetuk palu.

    Penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi Siswandono berujar para saksi tidak bisa dihadirkan ke persidangan karena berstatus orang dalam pemantauan (ODP) virus corona. "Ada sembilan saksi yang rencananya dihadirkan hari ini, tapi semua tidak hadir karena ODP dan sedang isolasi mandiri," kata Siswandono.

    Ketua tim penasihat hukum terdakwa, Junaidi Matondang, menginginkan sidang tetap berjalan, meski sadar kalau situasinya tidak memungkinkan. "Kami sebenarnya ingin sidang tetap berjalan, tapi situasinya begini, kita pun bertaruh nyawa, serba salah," ucapnya.

    Junaidi mengatakan telah menerima informasi ada pejabat Pemkot Medan yang menjadi ODP corona setelah Asisten Pemerintahan Pemko Medan Musaddad yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal pada Rabu, 25 Maret 2020 di RSUP Haji Adam Malik Medan. "Situasinya jadi serba hati-hati, mohon majelis hakim memberikan pertimbangan, ini juga berkaitan dengan hak terdakwa," kata Junaidi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.