Usai Melayat Jenazah PDP Corona, Puluhan Warga Kolaka Didata

Anggota kepolisian Polda Sulsel menyemprotkan cairan di lokasi kegiatan Ijtima Ulama Asia di Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis 19 Maret 2020. Penyemprotan disinfektan di lokasi tersebut sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) yang telah mewabah di sejumlah wilayah Indonesia. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

TEMPO.CO, Kendari - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan pendataan terhadap semua pelayat yang datang ke rumah duka pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona yang meninggal di Rumah Sakit Bahteramas pada Senin, 23 Maret lalu.

Kontak erat sejumlah warga dan keluarga diketahui setelah dua video viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat keluarga dan sejumlah warga melakukan kontak langsung dengan jenazah. Bahkan saat di rumah duka, terlihat keluarga membuka wraping plastic yang membungkus jenazah. Di situ terlihat sejumlah keluarga memeluk dan mencium jenazah.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Rabiul Awal mengatakan meski hasil tes swab pasien yang merupakan warga Kabupaten Kolaka itu belum keluar, namun pihaknya mengambil langkah- langkah antisipasi seperti mendata orang-orang yang berkontak dengan jenazah pasien DPD ini.

"Masih menunggu hasil dari spesimen yang sudah dikirim ke lab Kdmenkes di Jakarta. kalau negatif kontak tidak perlu dilakukan monitoring atau karantina, tapi kalau positif kontak erat itu sudah harus di home isolation atau karantina rumah," kata Rabiul kepada Tempo, Kamis, 26 Maret 2020.

Senada dengan Rabiul, Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kolaka Muhammad Aris membenarkan pihaknya mendata semua pelayat yang datang ke rumah duka, terutama pelayat yang melakukan kontak erat baik di rumah duka maupun yang hadir di penguburan dengan jenazah.

Pendataan ini melibatkan Polres, TNI, dan Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kolaka. Langkah pendataan diambil sebagai upaya preventif sembari menunggu hasil uji spesimen yang akan keluar 3 atau 4 hari ke depan.

Selain itu, pihaknya melakukan penyemprotan di rumah duka sambil melakukan sosialisasi ke seluruh warga yang mulai resah.

Aris mengatakan kepada warga yang melakukan kontak erat dengan jenazah, pihaknya meminta mereka berdiam diri di rumah dan menjaga kontak dengan orang lain. "Kesadaran warga mulai bagus karena mereka peduli terutama di sekitaran rumah duka, warga ini belum masuk dikategorikan berstatus ODP,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Kolaka terus bertambah. Tercatat, ada 35 warga Kolaka sudah masuk dalam pemantauan Corona. 

Sebanyak 35 ODP tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Kolaka. Jumlah ODP di Kecamatan Kolaka 11 orang, Latambaga 6 orang, Pomalaa 5 orang, Polinggona 4 orang, Watubangga 3 orang, Wundulako 2 orang, Wolo 2 orang, serta Samaturu dan Iwoimendaa masing-masing 1 orang.






PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

14 jam lalu

PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

2 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

2 hari lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

4 hari lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

4 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

4 hari lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

5 hari lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

5 hari lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

5 hari lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.


Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

6 hari lalu

Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan Samsat Keliling di 14 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) untuk hari ini.