Corona, Ma'ruf: Indonesia Terbuka dengan Bantuan dari Negara Lain

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin membuka Musyawarah Nasional V Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, 11 Maret 2020. KIP Setwapres

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin membuka Musyawarah Nasional V Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, 11 Maret 2020. KIP Setwapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pemerintah Indonesia tetap terbuka terhadap peluang menerima bantuan dari negara lain untuk mengatasi penyebaran pandemi Corona atau Covid-19. Meski begitu, ia belum menjelaskan apakah sudah ada rencana bantuan lebih lanjut atau belum.

    "Untuk bantuan (dari negara luar) kita tetap pertimbangkan," kata Ma'ruf dalam video conference di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Maret 2020.

    Saat ini, Ma'ruf mengatakan pemerintah Indonesia masih fokus dalam penanggulangan Corona yang telah menyebar di 24 provinsi di Indonesia. Ia mengatakan yang utama adalah bantuan alat kesehatan sudah diterima Indonesia.

    Bantuan ini datang dari Cina, negara yang telah lebih dulu berhadapan dengan serangan virus ini. Selain itu, sebanyak 150 ribu alat tes kilat atau rapid test telah dikirim Cina ke Indoensia.

    "Yang penting alat kesehatan sudah masuk (dulu). Dan kita tetap terbuka (untuk menerima bantuan lainnya)," kata Ma'ruf.

    Sejauh ini, Indonesia baru menerima bantuan dari Cina berupa alat kesehatan dan alat rapid test. Cina sendiri telah mulai berhasil mengatasi pandemi Corona di negaranya dan mulai membantu negara lain yang justru baru mulai terjangkit.

    Misalnya saja, Cina mengirimkan tenaga medis yang telah berpengalaman dalam mengatasi virus ini di negaranya. Bantuan seperti ini diberikan Cina pada Italia, yang saat ini menjadi episentrum baru penyebaran Corona di dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara