Cegah Corona, Yogya Pantau Kedatangan Pemudik Sampai Tingkat RT

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang menunggu keberangkatan bus dalam rangka Mudik Bareng Guyub Rukun Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 bersama Kementerian Perhubungan dan Jasa Raharja, di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu, 22 Desember 2018. Sebanyak 2.500 pemudik yang diangkut menggunakan 50 armada bus dengan tujuan Solo, Boyolali, Yogyakarta, dan Malang. ANTARA

    Sejumlah calon penumpang menunggu keberangkatan bus dalam rangka Mudik Bareng Guyub Rukun Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 bersama Kementerian Perhubungan dan Jasa Raharja, di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu, 22 Desember 2018. Sebanyak 2.500 pemudik yang diangkut menggunakan 50 armada bus dengan tujuan Solo, Boyolali, Yogyakarta, dan Malang. ANTARA

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta mulai mengantisipasi penularan Corona yang potensial dibawa para pemudik berbagai daerah menjelang Lebaran nanti. Langkah antisipasi dilakukan dengan pemantauan di terminal–terminal kedatangan bus.

    “Sampai saat ini pantauan dari Terminal Induk Giwangan Yogya tidak diketemukan arus bus yang membawa pemudik,” ujar Wakil Walikota Heroe Poerwadi, Kamis, 26 Maret 2020.

    Meski demikian, Heroe mengatakan pihaknya sudah mewanti-wanti pengelola terminal kota agar tidak melayani arus mudik. Begitu juga untuk kendaraan pribadi sedang dipantau ketat keberadaannya.

    “Saat ini di Yogya arus lalu lintas 30-40 persen dari kondisi normal. Dan arus mudik sedang kami pantau keberadaannya,” kata Heroe.

    Sementara arus kedatangan melalui kereta api, ujar Heroe, sedang dilakukan pemantauan seberapa banyak yang telah melakukan pembatalan. "Sebab informasinya banyak terjadi pembatalan mudik setelah wabah Corona ini meluas,” ujarnya.

    Heroe memastikan sudah mengantisipasi untuk mengawasi para pemudik dengan membentuk gugus tugas di tingkat kecamatan dan kelurahan. "Jajaran camat dan lurah juga sudah kami minta untuk mengkoordinasikan sampai jajaran RT dan RW,” kata dia.

    Jajaran kecamatan, kata Heroe, sampai RT itu sudah diminta untuk memantau warga yang baru datang dari luar kota atau yang mudik. Para pemudik itu harus dipastikan untuk menjalani pemeriksaan di puskesmas terdekat.

    “Jadi kami memberdayakan seluruh jajaran RW dan RT serta elemen Jogo Warga, yaitu unsur yang ikut menjaga ketenteraman di wilayah kampung,” kata Heroe.

    Heroe mengatakan pengawasan itu dilakukan sebab selama ini, warga yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) selalu berasal dari atau usai bepergian dari luar kota. "Bahkan kalau kota Yogya mau belajar dari Italia, begitu Milan di lockdown banyak pekerjanya mudik dan menjadi carier yang menyebarkan di kampung halamannya,” ujarnya.

    Kondisi ini yang kata Heroe perlu diwaspadai untuk Kota Yogyakarta agar semuanya merasakan kenyamanan. "Warga nyaman karena yang pulang dari luar kota atau mudik itu sudah diperiksa dan sudah tahu menyikapinya agar melakukan tindakan pencegahan agar tidak menjadi carier (virus),” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.