Ibunda Meninggal, Jokowi Sebut Sudah Empat Tahun Sakit Kanker

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo mencoblos di TPS 38 Tirtoyoso, Manahan, Solo. Dia melakukan pencoblosan di bilik suara selama delapan menit. (FOTO: AHMAD RAFIQ)

    Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo mencoblos di TPS 38 Tirtoyoso, Manahan, Solo. Dia melakukan pencoblosan di bilik suara selama delapan menit. (FOTO: AHMAD RAFIQ)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta doa dari seluruh masyarakat atas meninggalnya ibundanya, Sujiatmi Notomiharjo di Solo, Rabu, 25 Maret 2020. Sujiatmi menghembuskan napas terakhir di RST Slamet Riyadi, Surakarta, pukul 16.45 WIB.

    Jokowi mengatakan bahwa ibundanya memang sudah empat tahun menderita sakit kanker dan sudah menjalani berbagai macam jenis pengobatan.

    "Kami semua berusaha, berikhtiar, sempat berobat di RSPAD Gatot Soebroto, tapi memang Allah sudah menghendaki. Atas nama keluarga besar saya ingin memohon doa agar segala dosanya diampuni Allah SWT dan khusnul khotimah," ujar Jokowi Solo, Rabu, 25 Maret 2020.

    Adapun pemakaman Sujiatmi Notomiharjo akan dilakukan secara internal. Oleh karena itu, Jokowi meminta para anggota kabinet tetap bekerja di Jakarta dan fokus pada tugas masing-masing.

    Kini jenazah Ibunda Jokowi disemayamkan di rumah duka, Jalan Pleret Raya Nomor 9 A, Banjarsari, Surakarta. Jenazah Sujiatmi Notomiharjo rencananya akan dimakamkan di permakaman keluarga di bilangan Mundu, Karanganyar, Kamis, 26 Maret 2020.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.